Menjelang perayaan Natal memang kerap dilakukan sweeping oleh oknum kelompok masyarakat tertentu. Menanggapinya, Presiden Joko Widodo pun menunjukkan ketegasannya.
- Elvariza Opita
- Rabu, 18 Desember 2019 - 09:16 WIB
WowKeren - Tepat sepekan lagi umat Kristiani dan Katolik Indonesia akan merayakan Hari Natal. Berbagai persiapan pun dilakukan, termasuk di antaranya mempersiapkan pengamanan oleh pemerintah.
Hal ini sesuai arahan dari Presiden Joko Widodo kepada Kapolri Jenderal Pol Idham Azis. Di rapat terbatas yang digelar pekan lalu, Jokowi meminta agar Idham dan jajaran memberikan pengamanan ekstra serta siap menindak tegas pihak-pihak yang mengganggu ketertiban selama hari raya tersebut.
Pihak "pengganggu" yang dimaksud Jokowi adalah kelompok masyarakat yang kerap melakukan sweeping saat hari Natal. Jokowi pun tegas melarang adanya aktivitas sweeping karena negara telah menjamin warganya untuk memeluk agama serta merayakan hari-hari besar.
"Di negara ini konstitusi kita menjamin, sudah jelas tegas di konstitusi," kata mantan Gubernur DKI Jakarta itu di Balikpapan, Kalimantan Timur, Rabu (18/12). "Kita tegas konstitusi kita menjamin memeluk agama dan kepercayaan masing-masing tidak ada yang perlu diragukan untuk itu."
Sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) juga telah menyampaikan ketegasannya soal sweeping ini. Mahfud menyebut pihaknya tak akan menoleransi segala bentuk sweeping saat perayaan natal.
Lebih lanjut, Mahfud menegaskan tak boleh ada ada pihak swasta yang melakukan sweeping. Tak hanya ketika hari Natal, sweeping juga tidak boleh dilakukan di hari raya apapun.
"Oh ndak boleh dong (pihak yang lakukan sweeping)," kata Mahfud tegas di Hotel Sari Pacific, Menteng, Jakarta Pusat, Senin (16/12). "Sweeping, bukan hanya di hari Natal, di hari apa pun ndak boleh ada sweeping oleh pihak swasta."
Di sisi lain, mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) itu juga membeberkan persiapan pengamanan dari TNI dan Polri untuk menyambut hari Natal. Berbagai skenario terburuk pun telah diantisipasi pemerintah, sehingga harapannya perayaan Natal dan Tahun Baru bisa berjalan dengan lancar.
(wk/elva)