Donald Trump menyindir anggota DPR AS, Debbie Dingell yang baru saja menjanda lantaran mendukung pemakzulan dengan mengatakan jika sang suami pasti sangat senang di neraka.
- Ruth Meliana
- Jumat, 20 Desember 2019 - 12:07 WIB
WowKeren - Presiden Donald Trump telah dimakzulkan oleh House of Representatives alias DPR Amerika Serikat (AS). Trump menjadi Presiden AS ke-3 sepanjang sejarah yang dimakzulkan oleh DPR AS. Kini proses pemakzulan akan dilanjutkan di sidang senat.
Trump sendiri terlihat kalap dengan upaya pemakzulan dirinya. Hal ini terlihat dari sejumlah pernyataan bernada emosi yang dilontarkannya dari menyebut orang-orang sudah gila hingga menuntut dipecatnya Ketua DPR AS, Nancy Pelosi yang dinilai bertanggung jawab dalam pemakzulan dirinya.
Yang terbaru, Trump menyindir anggota DPR AS dari Partai Demokrat, Debbie Dingell asal Michigan yang baru saja menjanda setelah sang suami meninggal. Suami Debbie, John Dingell telah wafat pada Februari 2019 lalu. John juga seorang anggota DPR AS dari Partai Demokrat dan merupakan veteran Perang Dunia II.
Trump berang lantaran Debbie ikut menjadi pihak yang turut mendukung pemakzulan dirinya lewat voting. Trump menyebut Debbie menjadi orang yang tidak tahu terima kasih. Pasalnya, Trump telah memberikan dukungannya hingga penghormatan lewat pemakaman negara bagi almarhum suami Debbie.
Secara blak-blakan, orang nomor satu di AS ini menyebut jika almarhum suami Debbie saat ini sedang mengamati situasi mereka dari neraka dengan senang. "John akan sangat senang. Dia mungkin sekarang sedang mendongak ke atas (dari neraka)," sindir Trump seperti dilansir dari The Washington Post, Kamis (19/12).
Sontak ucapan Trump langsung mendapatkan respons negatif dan sorakan dari audien. Tak ingin memicu kehebohan, Trump buru-buru mengubah ucapannya jika mendiang suami Dingell ada di surga. "Tapi mari asumsikan bahwa dia melihat ke bawah (dari surga)," ujarnya.
Sindiran Trump tersebut langsung ditanggapi oleh Debbie. Ia mengaku kecewa atas ucapan menyakitkan yang dilontarkan oleh sang presiden. Menurutnya, almarhum suaminya memang pantas mendapatkan pemakaman negara berkat pengabdiannya selama ini kepada AS.
Debbie mengaku jika ucapan Trump tersebut sangat menyulitkannya dalam proses melewati masa-masa duka tanpa sang suami. Apalagi, saat ini ia sedang bersiap untuk merayakan Natal pertama tanpa kehadiran suami.
"Pak Presiden, mari kesampingkan politik. Suami saya mendapatkan semua penghargaannya setelah melayani seumur hidup," kata Debbie. "Anda menjatuhkan saya dengan cara yang anda tak akan pernah bisa bayangkan dan kata-kata menyakitkanmu hanya membuat penyembuhan saya makin berat."
Sebagai anggota DPR, Debbie pada awalnya ragu untuk mendukung pemakzulan. Namun kini ia setuju karena menganggap Trump memang telah melakukan penyalahgunaan kekuasaan.
(wk/lian)