‘Dinasti Politik’ Jokowi Hingga Calon Presiden Baru AS, Ini Hal Yang Wajib Diantisipasi 2020
Nasional

Istilah 'dinasti politik' kembali viral usai sejumlah keluarga penguasa siap meramaikan Pilkada serentak 2020. Selain urusan politik, gelaran olahraga juga wajib diantisipasi, seperti Formula E DKI Jakarta dan Olimpiade Tokyo.

WowKeren - Selamat datang di tahun 2020! Beragam peristiwa, mulai dari aspek hiburan hingga politik, bakal menemani 366 harimu ke depan.

WowKeren pun merangkum sepuluh hal yang wajib kamu antisipasi pada tahun 2020. Termasuk di antaranya gelaran Pilkada serentak yang bak menandai kembalinya dinasti politik, hingga sejumlah event olahraga internasional.

Penasaran? Yuk simak daftar selengkapnya berikut ini.

(wk/elva)

1. 'Dinasti Politik' Jokowi-Ma'ruf di Pilkada Serentak


'Dinasti Politik' Jokowi-Ma'ruf di Pilkada Serentak

Salah satu kata kunci yang paling banyak dikaitkan dengan Pilkada serentak 2020 adalah "dinasti politik". Istilah ini kembali ramai dibicarakan pasca sejumlah keluarga penguasa dilaporkan siap memperebutkan kursi kepala daerah.

Pencalonan putra sulung Presiden Joko Widodo, Gibran Rakabuming Raka di Pilwalkot Solo adalah yang paling ramai dibahas. Apalagi karena pencalonannya sendiri tergolong "cukup drama".

Menyusul Gibran, ada pula menantu Jokowi, Bobby Nasution yang ternyata tertarik mengamankan kursi Medan 1. Sedangkan putri Wapres Ma'ruf Amin, Siti Nur Azizah, ternyata mengincar posisi Walkot Tangerang Selatan.

Menjauh dari urusan "dinasti politik", pencarian Walkot Surabaya pun berjalan cukup alot. Pasalnya masyarakat justru mendesak agar Walkot Tri Rismaharini tetap menjabat untuk periode ketiga.

2. Wajah Baru BUMN


Wajah Baru BUMN

Berbagai hal dilakukan Menteri BUMN Erick Thohir untuk memerbaiki kualitas perusahaan pelat merah. Salah satunya dengan melakukan perombakan besar-besaran di jajaran petinggi perusahaan.

Salah satu yang sudah merasakannya adalah Pertamina yang mendapatkan Komisaris Utama baru, yakni eks Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (BTP) alias Ahok. Kiprah Ahok tentu menjadi hal yang wajib kamu antisipasi, seperti pembangunan kilang dan pemberantasan mafia migas.

BUMN pun kini tampaknya menjadi tempat yang menarik bagi eks menteri dan wamen. Seperti eks Wamen ESDM Arcandra Tahar yang mendapatkan posisi sebagai Komut Perusahaan Gas Negara.

Selain Arcandra, sejumlah nama pun sempat diisukan akan menjadi petinggi BUMN. Seperti yang masih ramai dibicarakan adalah mantan Menteri ESDM Ignasius Jonan dan eks Menteri KKP Susi Pudjiastuti.

Nama keduanya patut kamu antisipasi di 2020, terutama bila perombakan atas jajaran petinggi Garuda Indonesia dilakukan. Sedianya Garuda Indonesia pun akan melakukan RUPSLB pada Januari ini, mengingat sejumlah direksinya yang dipecat karena terlibat skandal penyelundupan.

Kamu juga bisa mengantisipasi masuknya eks Wagub DKI Jakarta Sandiaga Uno ke BUMN. Namun demikian, ketiga nama yang disebutkan terakhir disebut-sebut belum masuk di bursa calon petinggi BUMN.

Selain merombak, Erick sendiri diketahui akan merampingkan anak-cucu-cicit BUMN. Serta yang terbaru, kamu bisa mengantisipasi sepak terjang sang menteri dalam membereskan skandal megakorupsi di Jiwasraya.

3. Nasib Kabinet Indonesia Maju


Nasib Kabinet Indonesia Maju

Kabinet Indonesia Maju belum genap berusia 100 hari. Namun sejumlah gebrakan telah dilakukan dan patut kamu simak di 2020.

Seperti upaya Kementerian BUMN untuk memberikan wajah baru bagi perusahaan pelat merah atau Kemendikbud dengan wacana penghapusan UN. Kamu juga wajib "pasang mata" untuk Kementerian KKP, karena sempat berwacana akan mengekspor benih lobster, meski kekinian rencana itu dibatalkan.

Di sisi lain, isu reshuffle kabinet juga sempat berembus, yakni 6 bulan setelah kabinet itu terbentuk. Isu ini bermula dari pernyataan Ketua MPR RI Bambang Soesatyo walau sampai sekarang belum ada tindak lanjut.

Tinggalkan urusan menteri, Staf Khusus Presiden dari kalangan milenial juga harus kamu antisipasi kinerjanya. Apalagi karena terungkap Rp51 juta uang negara mengalir ke mereka setiap bulannya.

Sepak terjang mereka di bidang birokrasi tentu wajib ditunggu. Sekaligus sebagai pembuktian, apakah benar mereka berpengaruh signifikan terhadap kemajuan Indonesia, atau sekadar menjadi pemanis seperti yang pernah disampaikan eks Wakil Ketua DPR RI Fadli Zon.

4. Kebijakan 'Nyeleneh' Bakal Digodok, Siap Didemo Lagi?


Kebijakan 'Nyeleneh' Bakal Digodok, Siap Didemo Lagi?

Demo berjilid-jilid, bahkan berujung peristiwa berdarah, terjadi sepanjang 2019. Salah satu alasannya karena masyarakat memprotes revisi UU KPK, yang belakangan telah resmi diundangkan.

Kini kebijakan “nyeleneh” serupa siap digodok. Salah satunya wacana amandemen UUD 1945 yang disebut-sebut akan “mengadopsi” era orde baru, seperti pemilihan kepala negara oleh MPR RI, atau presiden yang berhak dipilih sebanyak tiga kali.

Selain itu, RKUHP yang sempat membuat Indonesia gonjang-ganjing juga bakal kembali dibahas. Sebagai pengingat, ada beberapa pasal “nyeleneh” di situ, seperti presiden menjadi antikritik hingga korban pemerkosaan yang bisa menjadi tersangka.

Selain itu, ada beberapa UU yang akan dibahas lebih lanjut pada 2020. Seperti wacana Pilkada yang akan digelar tidak langsung alias dipilih oleh DPRD, UU terkait Ibu Kota baru, serta omnibus law yang disebut-sebut "merampas" kesejahteraan buruh dengan sistem upah per jam.

5. Sederet Iuran Ini Naik, Rakyat Menjerit


Sederet Iuran Ini Naik, Rakyat Menjerit

Kalau 2019 tahun politik, barangkali 2020 menjadi tahun kenaikan harga. Pasalnya biaya untuk sejumlah aspek akan dinaikkan per tahun depan, seperti iuran peserta BPJS Kesehatan yang naik 100%.

Kemudian ada kenaikan cukai rokok yang membuat zat adiktif itu bisa dijual hingga Rp35 ribu per pak. Serta tarif tol yang sedianya akan dibuat lebih mahal juga.

Yang terbaru, muncul pula rencana pemerintah menurunkan ambang batas bea masuk barang impor. Seluruh barang impor dengan harga di atas USD 3 akan dikenai pajak dan bea masuk.

6. Kartu Pra-Kerja, Negara Bakal Menggaji Pengangguran?


Kartu Pra-Kerja, Negara Bakal Menggaji Pengangguran?

Gagasan negara akan menggaji perusahaan sempat ramai dibahas usai Presiden Jokowi menyampaikan program "Kartu Pra-Kerja". Pasalnya lewat program ini, kaum jobseeker bisa mengikuti pelatihan keterampilan dari pemerintah namun mendapat insentif untuk beberapa bulan.

Tertarik untuk ikut? Sayang sekali, hingga kini belum ada informasi detail soal program ini atau tata cara mengikutinya. Namun tenang, WowKeren sudah menghimpun sejumlah fakta tentang Kartu Pra-Kerja dari berbagai sumber.

Pertama, manfaat program ini terutama untuk WNI dengan usia 18 tahun ke atas. Calon peserta pun harus dalam posisi tidak sedang melanjutkan pendidikan formal.

Kedua, kamu bisa memilih sejumlah keterampilan yang cukup "kekinian" di program ini. Seperti pelatihan barista kopi, animasi, desain grafis, teknisi programming, sampai ahli coding.

Bagaimana, menarik bukan? Kamu wajib antisipasi program ini, apalagi karena Jokowi sempat menjanjikan Kartu Pra-Kerja siap diimplementasikan pada awal 2020 ini.

7. Ibu Kota Baru Indonesia


Ibu Kota Baru Indonesia

Megaproyek besar yang tengah digagas pemerintah adalah memindahkan Ibu Kota dari Jakarta. Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) dan Kutai di Kalimantan Timur telah dipilih untuk menjadi pusat administrasi Indonesia.

Rencana ini pun kian terang menyusul sejumlah persiapan yang telah dilakukan. Mulai dari perancangan RUU terkait, pembahasan soal status daerah Ibu Kota Baru, hingga pembentukan Badan Otorita tengah dilakukan pemerintah.

Mungkin deretan persiapan yang sudah disebutkan di atas tidak terlalu menarik untuk kamu simak. Namun kamu tak boleh melewatkan sejumlah agenda terkait Ibu Kota baru berikut ini.

Pertama, agenda peletakan batu pertama sebagai simbol pembangunan Ibu Kota baru akan dimulai yang akan digelar tahun ini. Kedua, sayembara desain bangunan Ibu Kota baru yang tentu bakal digelar dalam waktu dekat. Pasalnya kini pemerintah telah mengantongi 3 desain Ibu Kota terbaik hasil sayembara yang siap dikolaborasikan.

8. Formula E 2020 DKI Jakarta


Formula E 2020 DKI Jakarta

Panitia penyelenggara Formula E 2020 telah menunjuk DKI Jakarta sebagai tuan rumah ajang balap mobil listrik internasional itu. Belum ada jadwal pasti kapan Formula E 2020 akan digelar, namun desas-desusnya akan diadakan pada pertengahan tahun.

Gelaran ini wajib kamu antisipasi, mengingat Indonesia terakhir kali mengadakan event olahraga berskala internasional pada 2018 lalu lewat Asian Games. Selain itu, persiapan Formula E pun turut diwarnai sejumlah drama, sehingga rasanya wajar bila rencana gelaran ini menjadi pusat perhatian masyarakat.

Namun Formula E 2020 bukan satu-satunya gelaran olahraga yang harus kamu antisipasi. Kendati baru diadakan pada 2021, persiapan gelaran olahraga berikut ini tentu menarik untuk disimak. Seperti gelaran Piala Dunia U-20 dan MotoGP yang sama-sama akan diadakan pada 2021.

Sudah digelar di Indonesia, tentu "ada yang kurang" kalau tidak berkesempatan menonton langsung. Untuk venue ketiga gelaran itu memang belum pasti, namun sirkuit MotoGP di Semarang dan Mandalika, serta sejumlah stadion untuk Piala Dunia terus disiapkan pemerintah.

9. Olimpiade Tokyo 2020


Olimpiade Tokyo 2020

Ajang kompetisi olahraga internasional Olimpiade akan kembali digelar tahun ini. Mengalahkan sejumlah kota lain seperti Madrid dan Istanbul, Tokyo lah yang terpilih menjadi tuan rumah dalam pertandingan yang digelar pada musim panas ini.

Sedianya Olimpiade Tokyo akan digelar mulai 24 Juli 2020 mendatang dan berlangsung selama kurang lebih sepekan. Namun tentu saja sebelumnya beberapa cabang olahraga sudah terlebih dahulu dilombakan. Olimpiade Tokyo sendiri melibatkan 33 cabang olahraga.

Indonesia tentu tak akan melewatkan ajang ini. Yang terbaru, beberapa cabang olahraga sudah mulai mengajukan sosok-sosok atlet yang akan dikirimkan ke Tokyo. Seperti panahan yang menarget 8 atlet untuk dikirimkan ke Tokyo.

Namun bukan olimpiade namanya kalau tidak ada aksi estafet obor. Kegiatan itu pun siap dimulai pada Maret 2020 mendatang dan melibatkan sejumlah kota di Jepang. Beberapa atlet juga akan diterjunkan dalam aksi estafet obor tersebut.

10. Pemilihan Presiden Amerika Serikat


Pemilihan Presiden Amerika Serikat

Seperti Indonesia yang akan mengadakan Pilkada serentak, 2020 juga menjadi tahun besar bagi iklim politik Negeri Paman Sam. Pasalnya kepala negara baru akan ditentukan pada tahun tersebut.

Tentu presiden petahana Donald Trump sudah siap kembali melenggang ke kontestasi tersebut. Ia pun tetap percaya diri, bahkan sudah mulai menggelar kampanye, kendati saat ini kedudukannya di Gedung Putih tengah terancam karena sedang dalam proses pemakzulan.

Sekadar informasi, Trump kini sudah resmi dimakzulkan oleh House of Representatives (DPR AS). Namun belum benar-benar dilengserkan dari jabatannya karena masih harus menjalani sidang pemakzulan lanjutan di Senat.

Selain Trump, sejumlah nama besar juga meramaikan bursa Capres AS. Seperti politikus Partai Demokrat Joe Biden, pengusaha media Michael Bloomberg, sampai sosok "aktor" Tom Cruise juga dikabarkan siap berlaga di Pilpres.

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!