Ustadz Adi Hidayat mengungkap kalau sang istri telah mengikhlaskan jika ia berpoligami. Namun Ustadz Adi Hidayat memiliki pertimbangan khusus yang membuatnya tak berniat menikah lagi.
- Ria Susilo Wardhani
- Jumat, 03 Januari 2020 - 13:14 WIB
WowKeren - Ustadz Adi Hidayat dikenal sebagai salah satu pendakwah kondang. Ia kerap mengisi acara kajian dan pengajian yang dihadiri para artis.
Popularitas Ustadz Adi sendiri tak kalah dari Ustadz Abdul Somad. Ia dinilai sebagai sosok pendakwah yang bijak dalam menyebarkan ajaran agama.
Salah satu yang dibahas oleh UAH adalah soal poligami. Dalam ceramah via channel YouTube Adi Hidayat Official berjudul "Tanya Jawab Fiqih - Ustadz Adi Hidayat", UAH menjabarkan poin-poin penting hukum dan syarat poligami yang kadang disalahartikan kaum pria hanya demi memuaskan nafsu memiliki banyak istri.
UAH mengungkap kalau tanggung jawab poligami itu cukup berat. Ia sendiri tak berniat melakukannya meski telah diizinkan oleh sang istri untuk menikah lagi.
"Saya paham ilmunya, cuma saya memang belum ada kemampuan karena titipan saya masih banyak," kata UAH. "Alhamdulillah istri saya baik, nggak ada masalah. Silakan kalau mau, tapi kan saya juga berpikir. Saya kan dihisab di hari kiamat. Teman-teman yang lain sudah sanggup, alhamdulillah. Kita doakan mereka, tapi jangan menempuh itu dengan cara tidak tepat sehingga melahirkan retak bagi rumah tangga."
"Istri saya titipan. Anak saya tiga. Saya belum bisa mendidik mereka dengan baik. Bagaimana kalau saya meninggal dan mereka dihisab?" katanya pada jamaah. "Bagi saya kalau saya dapat titipan satu lagi istri ada anak lagi. Titipan makin nambah lagi. Saya ingin rawat yang ada ini dengan baik."
Yang menarik, percintaan UAH ternyata cukup romantis. Ia menuturkan kalau pernah menunggu calon istri selama 7 tahun.
"Saya menunggu istri saya selama 7 tahun, istri saya menunggu saya 7 tahun. Kami mengajukan proposal pernikahan kepada ibunda kami, kata ibu saya, amanahnya harus selesai S2 baru diizinkan menikah," kata UAH. "Maka Alhamdulilah Allah pisahkan kami. Saya ke Tripoli. Dan itu jalan Allah memisahkan kami supaya kami tidak bermaksiat. Masya allah, kami kemudian berpisah disitu."
"Calon istri saya sampaikan jika ada yang terbaik ingin menikahi anda. Ingin menikahi kamu dan diijinkan oleh ayahmu, nikahi dia. Allah yang memberikan yang terbaik," lanjut UAH. "Tapi kalau kamu mau bersabar silahkan bersabar. Tunggu saya sampai selesai S2. Masya Allah tujuh tahun ditunggu. Dan sampai sekarang Alhamdulilah. Kami menikah."
(wk/riaw)