Kecam Donald Trump, Putri Jenderal Iran Tuntut Pembalasan Atas Kematian Sang Ayah
Dunia

Putri mendiang Mayor Jenderal Qasem Soleimani, yakni Zeinab Soleimani, lantas meminta agar Presiden Iran Hassan Rouhani untuk membalaskan kematian sang ayah.

WowKeren - Amerika Serikat diketahui baru saja menghabisi perwira tinggi militer Iran, Mayor Jenderal Qasem Soleimani, pada Jumat (3/1) pekan lalu. Soleimani tewas dalam serangan udara pasukan AS di Bandara Internasional Irak.

Putri mendiang Soleimani, yakni Zeinab Soleimani, lantas meminta agar Presiden Iran Hassan Rouhani membalaskan kematian sang ayah. Hal ini disampaikan Zeinab kala Rouhani berkunjung ke rumah keluarga Soleimani untuk menyampaikan bela sungkawa.

"Siapa yang akan membalas (kematian) ayah saya?" tutur Zeinab kepada Rouhani pada Minggu (5/1). Menanggapi pertanyaan Zeinab, Rouhani pun menjawab: "Semua orang akan membalas dendam (atas nama Soleimani)."

Lebih lanjut, Rouhani menyebut bahwa AS telah membuat kesalahan yang sangat besar dengan membunuh Soleimani. AS juga disebut akan menderita selama bertahun-tahun lamanya sebagai bentuk konsekuensi dari kejahatan yang telah mereka lakukan. "Kejahatan oleh Amerika akan masuk dalam sejarah sebagai salah satu kejahatan tak terlupakan terhadap negara Iran," tutur Rouhani.


Sementara itu, Zeinab sebelumnya telah menyatakan bahwa AS dan Isrel akan menghadapi "hari gelap" atas kematian Soleimani. Hal ini disampaikan Zeinab di hadapan massa yang mendatangi upacara pemakaman Soleimani.

"Trump yang gila, jangan pikir semuanya akan berakhir dengan kematian ayah saya," ujar Zeinab dalam bahasa Frasi di TV Al Manar. Zeinab juga menuturkan bahwa Trump tidak akan bisa menghapus prestasi sang ayah yang telah memimpin pasukan elite militer Iran, Quds, selama 20 tahun terakhir.

Sementara itu, Trump yang memberikan arahan untuk menghabisi Soleimani juga menerima banyak kecaman dari pihak lain. Trump dicap sebagai teroris berdasi usai terang-terangan mengaku tengah menarget 52 titik di Iran.

Tak hanya menyebutnya sebagai teroris, Iran juga menyebut Trump sebagai sosok yang mirip pentolan Nazi Jerman, Adolf Hitler. Hal ini seperti disampaikan oleh Menteri Komunikasi dan Informatika Iran, Mohammad Javad Azari-Jahromi lewat Twitter-nya.

"Seperti ISIS, Hitler, Genghis (Khan)! Mereka semua menganut kebudayaan penyebar kebencian," kata Azari-Jahromi, dilansir dari India Today, Senin (6/1). "Trump adalah teroris berbalut setelan (teroris berdasi), namun dia akan mempelajari sebuah sejarah, bahwa tak ada SATU PUN yang bisa mengalahkan 'The Great Iranian Nation & Culture'."

(wk/Bert)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait