Muncul Dugaan Pesawat Ukraina Yang Jatuh di Iran Akibat Rudal Balasan
Reuters /Nazanin Tabatabaee
Dunia
AS-Iran Memanas

Dugaan muncul lantaran waktu kecelakaan pesawat yang berdekatan dengan jam peluncuran rudal. Kendati demikian, Iran langsung membantah operasi serangan rudalnya menyebabkan pesawat itu terjatuh.

WowKeren - Pada Rabu (8/1) kemarin, sebuah pesawat Boeing 737 milik Ukraine International Airlines (UIA) dilaporkan terjatuh di Teheran, Iran. Tak main-main, 176 penumpangnya dilaporkan meninggal di lokasi kejadian.

Kecelakaan besar ini tentu menyita perhatian publik, apalagi terkait penyebabnya. Berbagai spekulasi pun menyebar, salah satunya dugaan bahwa pesawat itu jatuh sebagai akibat dari serangan balasan yang dilancarkan Iran ke pangkalan militer Amerika Serikat di Irak.

Sebagai pengingat, pada hari yang sama, Iran meluncurkan belasan rudal balistiknya ke Irak demi membalaskan kematian Mayjen Qasem Soleimani. Sedangkan kecelakaan pesawat itu terjadi sekitar 3,5 jam setelah rudal ditembakkan.

Dugaan ini semakin dipercayai usai Iran mengambil langkah defensif enggan menyerahkan black box pesawat ke Boeing. Iran menjadikan ketegangan antara negaranya dan AS sebagai alasan enggan menyerahkan black box itu. Namun demikian, Iran langsung membantah kecelakaan pesawat diakibatkan serangan rudalnya.


Namun dugaan berbeda disampaikan oleh warga di sekitar lokasi kejadian. Sebuah video amatir menunjukkan pesawat yang tampak mengejar bola api sebelum menukik tajam ke daratan dan meledak segera setelah itu.

Gambaran senada disampaikan Din Mohammad Qassemi, warga lokal yang mengaku tengah menonton televisi saat kecelakaan terjadi. Secara tiba-tiba ia mendengar dentuman keras.

"Seluruh bagian rumah mulai bergetar hebat. Terlihat api menyambar dimana-mana," kata Qassemi, dilansir dari Telegraph, Kamis (9/1). "Pertama kukira itu serangan misil dari Amerika Serikat sehingga aku segera berlindung ke ruang bawah tanah."

Hingga kini belum diketahui penyebab di balik kecelakaan hebat yang terjadi. Ukraina pun enggan memberikan pernyataan resmi terkait kecelakaan tersebut, dengan dalih menunggu hasil penyelidikan resmi.

Sementara itu aksi saling berbalas rudal itu membuat AS melarang maskapainya mengudara di langit Iran hingga Arab Saudi. Hal ini dilakukan demi mengurangi risiko operasi penerbangan sipil AS menyusul semakin tegangnya tensi geopolitik antara Iran dan negaranya.

(wk/elva)

You can share this post!

Related Posts