PM Kanada Tuding Pesawat Ukraina Jatuh Gegara Rudal Balasan Iran
Getty Images
Dunia

Perdana Menteri Kanada, Justin Trudeau, mengaku mendapat informasi bahwa Iran lah yang bertanggung jawab atas kecelakaan pesawat yang menewaskan seluruh penumpang tersebut.

WowKeren - Di tengah panasnya tensi geopolitik antara Iran dan Amerika Serikat, muncul pemberitaan soal jatuhnya pesawat Ukraina di sekitar Teheran. Peristiwa jatuhnya pesawat yang menewaskan seluruh penumpang di dalamnya ini dikaitkan dengan panasnya tensi di Timur Tengah.

Sejumlah pihak mengklaim pesawat Ukraina yang dimaksud jatuh akibat rudal balasan yang dikirim Iran ke pangkalan militer AS di Irak. Dugaan ini muncul lantaran waktu jatuhnya pesawat yang hanya berselang 3,5 jam setelah rudal ditembakkan.

Tak pelak dugaan ini membuat internasional "ikut campur". Salah satunya Perdana Menteri Kanada, Justin Trudeau, yang mengaku sudah mendapat "bisikan" dari berbagai intelijen.

Menurut penyelidikan intelijen tersebut, pesawat Ukraina yang turut membawa 63 warga Kanada itu jatuh akibat rudal balasan yang Iran tembakkan. Informasi itu, jelas Trudeau, tak hanya dari intelijen Kanada, tetapi juga dari negara-negara sekutu.


"Kami tahu peristiwa ini mungkin bukan hal yang disengaja," ujar Trudeau, seperti dilansir dari AFP pada Jumat (10/1). "Namun warga Kanada bertanya-tanya soal itu dan kami berhak mendapat jawaban (dari Iran)."

Pernyataan Trudeau ini juga didukung oleh pemimpin negara Barat lain, seperti Perdana Menteri Inggris, Boris Johnson. Menurut Johnson, ada deretan bukti yang menunjukkan pesawat Ukraina tersebut jatuh karena terkena rudal Iran, walau ia tak menampik bisa saja peristiwa itu bukan kesengajaan.

Diketahui pesawat Ukraina itu jatuh sekitar beberapa kilometer dari Bandara Internasional Teheran. Pesawat itu membawa 176 penumpang, yakni 82 warga Iran, 63 warga Kanada, 11 warga Ukraina, 10 warga Swedia, 4 warga Afganistan, 3 warga Jerman, dan 3 warga Inggris.

Namun di tengah dugaan Iran bertanggung jawab atas kecelakaan tersebut, warga yang tinggal di sekitar lokasi kejadian justru menduga pesawat itu jatuh akibat serangan AS. "Seluruh bagian rumah mulai bergetar hebat. Terlihat api menyambar dimana-mana. Pertama kukira itu serangan misil dari Amerika Serikat sehingga aku segera berlindung ke ruang bawah tanah," ujar seorang warga, dilansir dari Telegraph.

(wk/elva)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait