Presiden Iran Hassan Rouhani akhirnya buka suara terkait peristiwa jatuhnya pesawat Boing 737 milik maskapai Ukraina di Teheran. Ia juga turut memberikan klarifikasi terkait dugaan Iran yang menembak rudal ke arah pesawat tersebut.
- Nidya Putri
- Sabtu, 11 Januari 2020 - 16:51 WIB
WowKeren - Peristiwa jatuhnya pesawat Boing 737 milik maskapai Ukraina di Teheran masih menjadi sorotan beberapa waktu terakhir ini. Pasalnya, pesawat tersebut diduga jatuh akibat tembakan rudal yang dilontarkan Iran ke arah pangkalan militer AS di Irak.
Ramainya kabar tersebut akhirnya membuat Presiden Iran Hassan Rouhani pun buka suara. Ia menyesalkan soal terjadinya insiden yang menewaskan 176 penumpang dan kru tersebut.
Rouhani juga berjanji akan terus menyelidiki dan mengadili pihak yang bertanggung jawab atas kesalahan yang ia sebut "tak termaafkan" itu. Dalam pernyataan resminya, Presiden Iran itu meminta agar pihak Kementerian Luar Negeri untuk mengidentifikasi dan mengembalikan 176 korban kepada keluarga mereka.
"Republik Islam Iran sangat menyesal dengan kesalahan yang mengerikan ini dan saya menyampaikan belasungkawa terdalam saya kepada keluarga korban," ujarnya dilansir CNN, Sabtu (11/1). "Iran memerintahkan semua institusi terkait untuk memberikan kompensasi dan penghiburan kepada keluarga yang berduka."
"Saya juga menyampaikan duka terdalam dan simpati dari pemerintah Iran kepada bangsa, pemerintah, serta keluarga korban-korban yang tidak berasal dari Iran," sambungnya. "Untuk mengidentifikasi akar penyebab tragedi ini dan menuntut pihak yang bertanggung-jawab atas kesalahan tak termaafkan ini, dan memberitahukan hasilnya pada rakyat Iran dan juga keluarga korban."
Lebih lanjut, ia juga berjanji untuk memperbaiki kelemahan sistem pertahanan negara agar tidak ada insiden salah tembak untuk kedua kalinya. "Perlu untuk memberlakukan pengaturan dan langkah-langkah yang diperlukan untuk mengatasi kelemahan sistem pertahanan negara agar bencana seperti itu tidak berulang," tutur Rouhani. "Sekali lagi, saya berdoa bagi mereka yang kehilangan nyawa dan berharap keluarga yang berduka untuk bersabar."
Sekedar informasi, dalam pernyataannya tersebut, Rouhani sempat menyebut jika aksi salah tembak tersebut dilakukan oleh Angkatan Bersenjata yang sedang dalam kondisi siaga tinggi menghadapi kemungkinan serangan dari Amerika Serikat. "Sangat disayangkan kondisi ini berujung pada bencana besar yang menyebabkan orang-orang tak bersalah kehilangan nyawa karena faktor kesalahan manusia," katanya.
(wk/nidy)