Wabah Corona yang tengah menyebar di seluruh dunia disebut-sebut membuat produksi ponsel pintar iPhone menurun. Menanggapi kabar tersebut, CEO Apple, Tim Cook pun buka suara.
- Nidya Putri
- Rabu, 29 Januari 2020 - 15:04 WIB
WowKeren - Perusahaan ponsel canggih ternama Apple berencana untuk meningkatkan produksi iPhone-nya sebanyak 10 persen pada paruh pertama 2020. Sayangnya, niat tersebut harus berantakan lantaran wabah virus Corona yang terjadi di Januari 2020.
Kenapa hal itu bisa terjadi? Perusahaan Apple sendiri diketahui memiliki banyak pemasok yang berbasis di Tiongkok. Tentunya dengan munculnya wabah Corona dapat mempengaruhi rencana produksi besar-besaran iPhone oleh perusahaan besar asal Amerika Serikat tersebut.
Awalnya, Apple ingin memproduksi iPhone hingga 80 juta iPhone di paruh pertama tahun ini. Jumlah itu terdiri dari 65 juta iPhone lama dan sekitar 15 juta unit iPhone model baru. Model baru dimaksud adalah iPhone berharga terjangkau yang kabarnya dirilis pada Maret mendatang.
Namun, produksi massal yang dijadwalkan mulai minggu ketiga Februari berpotensi tertunda karena wabah Corona. Virus yang memiliki nama 2019-nCoV ini sendiri telah menelan lebih dari 100 korban jiwa dan menginfeksi lebih dari 4.500 orang di Tiongkok.
Dilansir South China Morning Post,CEO Apple, Tim Cook, mengatakan jika Kota Wuhan yang merupakan lokasi virus Corona berasal, adalah tempat bagi sebagian penyuplai komponen Apple. Karena itu, pihaknya telah melakukan antisipasi.
"Kami memiliki beberapa penyuplai di area Wuhan," ujar suksesor mendiang Steve Jobs itu. "Semua penyuplai di sana adalah sumber alternatif dan tentunya kami bekerja dengan rencana mitigasi untuk mengantisipasi kehilangan produksi."
Sementara itu, pabrik perakitan iPhone, Foxconn, telah meminta karyawan yang bekerja di pabriknya di Wuhan agar waspada. Karyawan yang keluar kota merayakan Tahun Baru Imlek diminta memperpanjang waktu tinggalnya.
Tak sampai di situ, wabah ini lantas membuat pengunjung Apple Store diprediksi menurun karena wabah membuat orang banyak terdampak dan menunda beli gadget. Terlebih, Apple juga telah memangkas waktu buka Apple Store.
(wk/nidy)