Prabowo Tinjau WNI yang Baru Pulang Dari Wuhan di Natuna Tanpa Masker dan Sesalkan Hal Ini
Nasional

Menteri Pertahanan Prabowo Subianto bertolak dari Jakarta menggunakan pesawat Boeing milik TNI AU, dan tiba di Landasan Udara Raden Sadjad, Natuna, pada Rabu (5/2) siang.

WowKeren - Sebanyak 238 warga negara Indonesia (WNI) telah berhasil dievakuasi dari Wuhan, Tiongkok. Kini, ratusan WNI tersebut tengah menjalani masa observasi di Natuna, Kepulauan Riau, sebelum dipulangkan ke rumah masing-masing.

Menteri Pertahanan Prabowo Subianto pun mengunjungi para WNI tersebut di Natuna. Prabowo bertolak dari Jakarta menggunakan pesawat Boeing milik TNI AU, dan tiba di Landasan Udara Raden Sadjad pada Rabu (5/2) siang.

Saat turun dari pesawat, Prabowo tampak tak mengenakan masker. Ketua Umum Partai Gerindra tersebut pun langsung menuju hanggar Lanud Raden Sadjad tempat ratusan WNI dari Wuhan diobservasi.

Didampingi Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto yang juga tak mengenakan masker, Prabowo pergi ke hanggar dengan mengendarai 2 bus berwarna abu-abu. Menurut juru bicara Prabowo, Dahnil Anzar Simanjutak, sang Menhan menyesal karena dirinya tak dapat melakukan kontak langsung dengan WNI yang diobservasi.

"Menhan juga mengunjungi langsung 238 WNI tersebut, namun beliau menyesalkan dan mohon maaf kepada 238 WNI di sana," tutur Dahnil pada Rabu (5/2). "Karena aturan yang ketat selama masa observasi tidak diizinkan kontak langsung, beliau hanya bisa menyapa dari dalam bus."


Meski merasa sedih, Prabowo dapat memaklumi kondisi tersebut. Dahnil pun menuturkan bahwa Indonesia kini telah siap mencegah penyebaran virus Corona.

"Namun beliau pahami langkah preventif sesuai prosedural tersebut," pungkas Dahnil. "Hal ini menunjukkan bahwa negara siap melakukan upaya-upaya pencegahan penyebaran virus Corona."

Di sisi lain, terdapat 7 WNI yang gagal dievakuasi dan kini masih berada di Tiongkok. 3 di antaranya gagal dalam tidak lolos uji pemeriksaan (screening) oleh pemerintah Tiongkok terkait virus Corona. Sedangkan 4 sisanya justru menolak untuk pulang ke Indonesia karena merasa lebih nyaman di Wuhan.

Menurut Menkes Terawan, 3 WNI yang gagal screening tersebut menjadi tanggung jawab pemerintah Tiongkok. Pasalnya, keputusan untuk tidak memulangkan ketiga WNI merupakan kebijakan otoritas setempat. Oleh karena itu, sebagai "pihak asing" ia harus mempercayai keputusan otoritas Tiongkok.

"Itu keputusan dari Menteri Kesehatan Cina," jelas Terawan di Kantor Kemenko Polhukam, Selasa (4/2). "Sehingga mereka akan tanggung jawab sama dengan tiga orang itu."

(wk/Bert)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait