Indonesia mengambil kebijakan tegas untuk mengurangi kontak dengan Tiongkok lewat berbagai mekanisme, termasuk mengurangi impor serta penerbangan dari dan ke negara tersebut.
- Elvariza Opita
- Kamis, 06 Februari 2020 - 11:35 WIB
WowKeren - Pemerintah melakukan berbagai upaya demi mencegah virus novel Corona (n-Cov) 2019 masuk ke Indonesia. Hal ini dilakukan lantaran negara-negara tetangga, seperti Singapura dan Filipina, sudah mengonfirmasi adanya kasus infeksi Corona di daerah mereka.
Salah satu langkah yang ditempuh adalah dengan membatasi kontak antara dua negara. Termasuk diantaranya Indonesia yang membatasi impor pangan dan menunda penerbangan sementara dari dan ke Tiongkok karena merebaknya virus Corona.
Langkah Indonesia ini pun menuai kritikan dari Tiongkok. Duta Besar Tiongkok untuk Indonesia, Xiao Qian, mengaku menyayangkan langkah tersebut. Xiao bahkan berpandangan kebijakan itu justru akan merugikan Indonesia sendiri.
"Menurut saya, kalau ambil pembatasan seperti terhadap penukaran personal penerbangan dan perdagangan, kami sangat tidak berharap itu dampaknya," ujar Xiao dalam konferensi persnya di Kantor Kedutaan Besar Tiongkok di Jakarta, Selasa (4/2). "Itu sebenarnya juga akan merugikan ekonomi perdagangan dan pariwisata Indonesia sendiri."
Menanggapi hal tersebut, Presiden Joko Widodo pun angkat bicara. Jokowi menegaskan bahwa kebijakan itu memang berat untuk diambil, namun harus ditempuh demi melindungi kepentingan nasional.
Tentu kepentingan nasional yang dimaksud adalah memastikan seluruh masyarakat terjamin kesehatannya. "Ya apapun, saya sampaikan, bahwa kepentingan nasional kita tetap nomor satu. Dinomorsatukan," jelas Jokowi tegas di Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Rabu (5/2).
Di sisi lain, pemerintah juga secara spesifik menetapkan produk apa yang tak boleh diimpor selama kebijakan ini diterapkan. Salah satunya adalah pengiriman hewan hidup dari Tiongkok.
"Berdasarkan hasil rapat terbatas dengan Presiden kemarin sore yang dihadiri oleh bapak Menhub. Pemerintah memutuskan bahwa pengiriman kargo dari RRT tetap berjalan seperti biasa. Yang dihentikan sementara adalah pengiriman hewan hidup dari RRT," kata Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik Kementerian Perhubungan, Hengki Angkasawan.
"Sementara terkait penghentian pengiriman hewan hidup dari Tiongkok," imbuhnya. "Dilakukan karena diketahui penularan virus Corona selain ditularkan dari manusia ke manusia juga dapat ditularkan dari hewan hidup."
(wk/elva)