Dokter asal Tiongkok sekaligus whistleblower yang pertama kali memperingatkan pertugas medis lainnya terkait potensi mewabahnya virus corona dikabarkan meninggal dunia.
- Ruth Meliana
- Jumat, 07 Februari 2020 - 09:18 WIB
WowKeren - Mewabahnya virus corona atau Novel Coronavirus (nCov) yang pertama kali muncul di Wuhan, Provinsi Hubei, Tiongkok telah mengguncang dunia. Virus mematikan ini dikabarkan pertama muncul di pasar ikan dan hewan yang terletak di Wuhan dan terus merambah ke kota-kota bahkan hingga negara-negara lainnya.
Dilansir CNN, seorang dokter Tiongkok bernama Li Wenliang yang menjadi whistleblower dengan memperingatkan petugas medis lainnya terkait potensi merebaknya virus corona telah meninggal dunia di Wuhan, Tiongkok pada Kamis (6/2). Li Wenliang meninggal dunia akibat virus corona.
Li Wenliang sempat diperiksa oleh petugas medis kemudian dipanggil oleh pihak kepolisian Wuhan setelah sebelumnya memperingatkan publik terkait adanya virus serupa SARS pada Desember 2019 lalu. Ia kemudian diminta menandatangani surat peringatan berisi tuduhan bahwa dirinya telah "menyebarkan desas-desus online" dan "mengganggu ketertiban sosial".
Lin Wenliang kemudian mendapatkan perawatan di rumah sakit pada 12 Januari lalu setelah tertular virus dari salah satu pasiennya. Pada tanggal 1 Februari, ia dipastikan terjangkit virus corona.
Diketahui pada 30 Desember 2019 lalu, Lin pertama kali mendiagnosis tujuh pasien yang ia sebut mengidap penyakit mirip SARS. Para pasien tersebut kemudian langsung diisolasi dan menjalani prosedur karantina di rumah sakit tempatnya bekerja.
Lin menjelaskan saat itu jika hasil tes pada pasien menunjukkan positif virus corona. Keluarga besar virus tersebut dikatakan mencakup sebagian sindrom pernafasan akut yang parah atau disebut SARS.
Oleh sebab itu, Lin langsung menyebarkan pesan kepada setiap orang untuk waspada terhadap penyebaran virus corona. Peringatannya tersebut sempat diwarnai dengan tuduhan dari Polisi Wuhan sebagai aksi yang membuat onar dengan menyebarkan rumor tak bertanggungjawab.
Sementara itu, Komisi Kesehatan Tiongkok hingga Kamis (6/2) telah mencatat sebanyak 28.018 kasus penyebaran virus corona di seluruh dunia. Selain itu, kasus baru virus corona di Wuhan sendiri tercatat bertambah menjadi 4.110 orang.
WHO sendiri telah mendeklarasikan wabah virus corona dengan status gawat darurat. Artinya, status ini adalah kejadian luar biasa yang mengancam kesehatan masyarakat di banyak negara akibat penyebaran wabah secara global sehingga dibutuhkan peran setiap negara untuk turun tangan.
(wk/lian)