Seorang tentara di Thailand melakukan aksi penembakan massal di sebuah pusat perbelanjaan pada Sabtu (8/2) sore waktu setempat. Aksinya ini diketahui menewaskan 20 orang dan menyebabkan 42 lainnya terluka.
- Elvariza Opita
- Minggu, 09 Februari 2020 - 11:27 WIB
WowKeren - Warga Thailand kekinian tengah dibuat resah dengan aksi brutal seorang tentaranya. Dilansir dari Bangkok Post, seorang tentara dikabarkan menewaskan 20 orang lewat aksi penembakan massal yang dilakukannya pada Sabtu (8/2) sore waktu setempat.
Mengerikannya lagi, aksi kejinya ini ternyata sempat disiarkan lewat tayangan live streaming di Facebook. Namun kekinian akun milik sang pelaku sudah dinonaktifkan.
Kejadian ini bermula pada Sabtu sekitar pukul 15.30 waktu setempat. Sersan Thomma menembak mati komandan dan dua rekannya di camp militer Surathampithak. Ia lantas mencuri sejumlah senjata dan amunisi sebelum kabur ke mall Terminal 21 atau dikenal sebagai Korat di Distrik Muang.
"Pelaku itu menggunakan machine gun dan pistol untuk menembak korban-korban sipil tak bersalah," jelas Kolonel Polisi Krissana Pattanacharoen. "Alhasil banyak korban luka dan meninggal ditimbulkan."
Aparat keamanan sudah mencoba untuk memaksa keluar tentara tersebut, namun justru disambut dengan tembakan yang lebih brutal. Dilaporkan seorang polisi meninggal dalam upaya melumpuhkan Sersan Thomma. "Dia tertembak dan sayangnya tak bisa diselamatkan," ungkap Menteri Kesehatan Thailand, Anutin Charnvirakul.
Peristiwa ini sontak menjadi pembahasan panas di berbagai platform media sosial, termasuk Twitter Indonesia. Dipantau pada Minggu (9/2) pukul 11.04 WIB, tagar #PrayForKorat, sudah berada di urutan kelima Trending Topic Indonesia.
"Please pray for Thailand, seorang tentara menembak massal di sebuah mall & live di FB. Sedikitnya 20 orang tewas & 31 orang terluka. Pelaku belum tertangkap & sempat menyandera banyak orang," cuit @Man********80.
Kekinian dilaporkan Sersan Thomma sudah berhasil ditembak mati oleh aparat keamanan. Informasi ini turut dibenarkan oleh otoritas pejabat terkait, seperti Charnvirakul.
"Terimakasih untuk polisi dan tentara yang sudah mengakhiri situasi menegangkan ini," ujarnya lewat unggahan di Facebook, Minggu (9/2) pagi waktu setempat. "Pelaku penembakan massal sudah ditembak mati!!"
Kendati demikian, belum bisa dipastikan apa motivasi sang pelaku melakoni aksi kejinya itu. "Kami tidak tahu apa alasannya melakukan ini. Sepertinya dia sedang 'menggila'," jelas Juru Bicara Menteri Pertahanan, Kongcheep Tantrawanait, dilansir dari Reuters.
Informasi terakhir menyebut setidaknya 20 orang meninggal dunia dalam aksi keji tersebut, sedangkan 42 orang lainnya terluka. Lebih lanjut, sebanyak 21 orang diketahui masih dirawat, sedangkan 21 lainnya sudah dipulangkan.
(wk/elva)