Bali Sepi Turis Imbas Virus Corona, Jokowi Diminta Banting Harga Tiket
Nasional
Wabah Virus Corona

Kepala Dinas Pariwisata Bali Putu Astawa menilai bahwa harga tiket pesawat untuk penerbangan menuju ke Bali saat ini masih terbilang relatif mahal bagi wisatawan domestik.

WowKeren - Merebaknya virus corona turut memberikan dampak pada sektor pariwisata di Indonesia. Jumlah turis mancanegara, khususnya dari Tiongkok, mengalami penurunan.

Salah satu daerah pariwisata yang terdampak adalah Bali. Alhasil, Dinas Pariwisata Bali kini mengincar wisatawan domestik. Seperti diketahui, pemerintah RI telah secara resmi menutup penerbangan dari dan menuju Tiongkok sejak 5 Februari lalu. Bahkan, bandara di Bali sempat menolak kedatangan turis yang diketahui terbang dari Tiongkok.

Kepala Dinas Pariwisata Bali Putu Astawa mengatakan pihaknya akan mengajukan kepada Presiden Joko Widodo alias Jokowi untuk memberikan diskon tiket pesawat bagi wisatawan domestik. Ia berharap agar Jokowi mau menurunkan harga tiket pesawat dari berbagai wilayah yang menuju ke Bali. Sebab menurut Putu, harga tiket pesawat untuk rute ke Bali masih relatif mahal di kalangan wisatawan domestik.

"Selama ini, (tiket pesawat) tujuan ke Bali kan dinilai masih mahal oleh wisatawan domestik," kata Putu dilansir CNN Indonesia, Kamis (13/2). "Jadi kami memohon bantu memberi diskon tiket pesawat agar murah."


Penutupan penerbangan rute Tiongkok yang berdampak pada menurunnya kunjungan wisata di Bali juga berimbas pada hilangnya 20 ribu pesanan kamar hotel. Penurunan jumlah turis tak hanya yang berasal dari Tiongkok saja, namun juga negara lainnya.

Ia menuturkan bahwa sebenarnya, sudah ada sekitar 20 ribu kamar hotel yang dipesan sepanjang Januari hingga Februari. Namun rupanya, dampak virus corona membuat para wisatawan membatalkan pesanan mereka.

"Sebenarnya, kemarin sudah ada 20 ribu yang sudah booking (pesan) selama Januari-Februari," kata Putu. "Namun mereka cancel (batal)."

Sepinya turis di Bali juga sempat diangkat dalam salah satu artikel media asal Inggris Daily Mail. Dalam artikelnya Daily Mail menyebut bahwa Bali yang selama ini menjadi primadona wisata telah berubah menjadi "kota hantu" karena sepinya turis yang berkunjung.

Namun pemberitaan ini ditepis oleh Putu. "Bali seperti yang diberitakan diibaratkan seperti kota hantu karena sepi wisatawan adalah hoaks," kata Putu dalam keterangan persnya, Selasa (11/2).

(wk/zodi)

You can share this post!

Related Posts