Bamsoet Soal Draft Omnibus Law Salah Ketik: Biasa, Gitu Aja Kok Repot?
Nasional
Pro-Kontra RUU Omnibus Law

Senada dengan Menko Polhukam Mahfud MD, Ketua MPR RI Bambang Soesatyo (Bamsoet), menilai bahwa salah ketik adalah hal yang biasa terjadi sehingga tidak perlu diperdebatkan.

WowKeren - Ketua MPR RI Bambang Soesatyo (Bamsoet) ikut buka suara mengenai RUU Omnibus Law yang disebut-sebut salah ketik. Menurutnya, salah dalam pengetikan adalah hal yang biasa sehingga tidak ada yang perlu diributkan lebih jauh.

"Karena saya bukan yang menyusun saya tidak tahu itu salah apa betul," kata Bamsoet di Jakarta, Rabu (19/2). "Tapi yang pasti kalau sudah disampaikan salah ketik, tinggal kita biasa saja, kok gitu saja repot?"


Hal senada sebelumnya telah disampaikan oleh Menko Polhukam Mahfud MD. Hal tersebut merespons ramainya salah satu poin dalam RUU Omnibus Law yang memberi kewenangan presiden untuk mengubah Undang-Undang (UU) lewat Peraturan Pemerintah (PP).

Mahfud MD menegaskan bahwa UU memang tidak bisa diganti dengan PP. Kalaupun ada dalam Omnibus Law poin yang menyebut bahwa UU bisa diganti PP maka menurutnya kemungkinan hal itu disebabkan karena adanya salah ketik.

"Isi UU diganti dengan PP, diganti dengan Perpres itu tidak bisa," kata Mahfud di Depok, Senin (17/2). "Mungkin itu (Pasal 170 Bab XIII Omnibus Law Cipta Kerja) keliru ketik."

Sementara terkait sejumlah pasal yang saling bertolak belakang dalam RUU Ciptaker, Bamsoet menilai bahwa hal itu bisa dibicarakan lebih lanjut dengan DPR. Menurutnya, DPR akan terbuka terhadap setiap masukan.

"Nabrak atau tidak nabrak aturan nanti akan muncul di perdebatan di pembahasan pemerintah dan DPR," tutur Bamsoet. "Yang pasti DPR juga akan mengundang para pihak, akademisi, praktisi, dan lain-lain, sebagaimana tata cara pembuatan undang-undang. Pasti akan terbuka dan terjadi perdebatan di situ."

Lebih jauh, ia menyebut jika ingin menilai RUU Ciptaker maka harus dilihat hasil akhirnya bagaimana. "Karena kalau dalam draf semua pasti kemungkinan ingin ditampung atau dimasukkan, tapi apakah itu yang menjadi keinginan masyarakat semua, nah itu nanti hasil akhir kita lihat," ucap Bamsoet.

(wk/zodi)

You can share this post!

Related Posts