Pemerintah Tiongkok dengan tegas mencabut izin tiga jurnalis asing setelah menuliskan artikel dengan judul-judul bernada rasis terkait wabah virus corona (COVID-19).
- Ruth Meliana
- Jumat, 21 Februari 2020 - 09:52 WIB
WowKeren - Wabah virus corona (COVID-19) saat ini begitu mengguncang dunia setelah dilaporkan menewaskan lebih dari 2.000 orang. Segala pemberitaan tentang virus corona masih terus menjadi headline di berbagai media hingga saat ini lantaran besarnya dampak kerugian dari epidemi tersebut.
Pemerintah Tiongkok baru-baru ini menindak tegas tiga jurnalis yang dinilai memberitakan virus corona dengan tidak bertanggung jawab. Ketiga jurnalis tersebut rupanya merilis opini yang mengkritik penanganan virus corona yang dilakukan oleh pemerintahan Presiden Xi Jinping.
Akibatnya, Pemerintah Tiongkok mengumumkan jika pihaknya telah mencabut izin pers tiga wartawan tersebut. Ketiga jurnalis tersebut diketahui merupakan wartawan The Wall Street Journal (WSJ).
Kementerian Luar Negeri Tiongkok, Geng Shuang dalam jumpa pers yang digelar di Beijing menjelaskan terkait pengusiran ketiga wartawan asing tersebut. Rupanya, ketiga wartawan asing tersebut telah merilis artikel opini di WSJ dengan judul "China is the Real Sick Man of Asia" pada 3 Februari lalu.
Geng menilai jika artikel tersebut bernada rasis dan diskriminatif serta telah memicu kemarahan warga Tiongkok. Selain itu, pihak WSJ juga dinilai tidak memberikan pernyataan apapun untuk meminta maaf ataupun menjelaskan perihal artikel tersebut kepada Pemerintah Tiongkok.
"Para editor WSJ menyematkan judul bernada rasis dan diskriminatif seperti itu, hingga memicu amarah dan kecaman di antara masyarakat China dan komunitas internasional," kata Geng seperti dilansir dari CNN. "Dengan menyesal, apa yang dilakukan WSJ sejauh ini adalah tidak lain hanya menghindari dari tanggung jawabnya."
"WSJ tidak pernah mengeluarkan permintaan maaf resmi atau memberitahu kami apa rencana mereka terhadap orang-orang yang terlibat dalam hal ini," sambungnya. "Karena itu kami terpaksa mulai hari ini mengatakan bahwa kartu pers dari tiga wartawan WSJ akan dicabut."
Ketiga jurnalis WSJ tersebut termasuk wakil kepala biru Josh China dan seorang reporter Philip Wen. Keduanya diberikan waktu lima hari oleh Pemerintah Tiongkok untuk segera meninggalkan Negeri Tirai Bambu tersebut.
Sementara itu, pemimpin redaksi WSJ Matt Murray mengecam keras pengusiran ketiga jurnalisnya. Ia menyebut jika pengusiran tersebut sebagai tindakan keras dan belum pernah terjadi sebelumnya. "Kami akan melanjutkan mendorong pihak terkait agar tindakan ini dibatalkan dalam beberapa hari mendatang," ujar Murray.
Selain pihak WSJ, pengusiran jurnalis tersebut juga mengundang kemarahan dari Menteri Luar Negeri Amerika Serikat (AS), Mike Pompeo. "Negara-negara yang dewasa dan bertanggung jawab memahami bahwa pers bebas melaporkan fakta dan mengungkapkan pendapat. Tanggapan yang tepat adalah menghadirkan argumen tandingan, bukan membatasi ucapan," kata Pompeo.
(wk/lian)