Sempat beredar info via Facebook soal pemicu Ashraf mengalami serangan jantung. Menurut teori, Ashraf menderita komplikasi GERD hingga dadanya nyeri dan kemudian mempengaruhi jantung.
- Ria Susilo Wardhani
- Jumat, 21 Februari 2020 - 11:48 WIB
WowKeren - Ashraf Sinclair meninggal di usia 40 tahun pada 18 Februari. Manajer mengungkap kalau suami Bunga Citra Lestari itu meninggal karena serangan jantung.
Kepergian Ashraf yang begitu tiba-tiba itu membuat BCL sekeluarga merasa syok. Fans juga penasaran dengan pemicu Ashraf yang awalnya segar bugar bisa menderita serangan jantung hingga meninggal dunia.
Belakangan, muncul teori soal faktor dibalik serangan jantung yang diderita ayah Noah Sinclair itu. Di Facebook, beredar teori kalau penyebabnya adalah penyakit kronis GERD.
"Suami BCL katanya meninggal karena serangan jantung, dalam usia 40 tahun. Ada teman dokter yang bilang kemungkinan karene GERD yang menekan jantung hingga tidak berfungsi.•••Kenapa orang bisa meninggal karena asam lambung•••??? #GERD atau MAAG #Apa itu Gerd? (Gastroesofagal Refluks)," demikian postingan dari seorang pengguna Facebook. "#Hati hati....Orang meninggal mendadak akibat GERD #Mau tahu akibat dari Gerd..? #Jika Asam Lambung itu naik ke daerah Dada maka kelak di seputar Dada akan terasa panas seperti terbakar..#Jika naik mengenai area Jantung maka ritme detak Jantung bisa terganggu sehingga Jantung bisa berdebar-debar.Dan mendadak berhenti.#Jika Asam Lambung itu naik ke area Paru-paru maka akan mengganggu fungsi Paru-paru sehingga kita akan menjadi sering sesak nafas.#Jika Asam Lambung itu naik kebagian THT (Tenggorokan, Hidung dan Telinga) maka Tenggorokan akan sering terjadi radang maka akan sakit untuk menelan dan seterusnya dr. Imam Susilo."
Postingan itu telah dibagikan lebih dari 3,7 ribu kali dan menuai ratusan komentar. Menanggapi info tersebut, dokter spesialis penyakit dalam sekaligus Dekan Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI), Prof. DR. dr. Ari Fahrial Syam, SpPD-KGEH mengungkap kalau GERD menyebabkan serangan jantung itu tidak benar.
"Info yang viral ini tidak benar. GERD tidak menyebabkan serangan jantung," ujar Ari pada Kompas.com, Kamis (20/2/2020). "Sebenarnya ada 2 gejala utama GERD yaitu nyeri dada dan bisa merasakan rasa panas di dada seperti terbakar (heart burn) biasanya nyeri dada ini diikuti juga dengan mulut pahit karena ada asam yang naik."
Ari lantas menjelaskan komplikasi yang timbul bila menderita GERD. "Awalnya hanya perlukaan, luka yang terjadi bisa makin meluas dan bisa menyebabkan penyempitan dari kerongkongan bawah," katanya.
Untuk mengatasi GERD, seseorang diminta melakukan sejumlah hal selain mengonsumsi obat dari dokter. Diantaranya menghindari stres, menghindari konsumsi daging secara berlebihan dalam waktu singkat, tetap mengonsumsi sayur dan buah-buahan hingga jangan tidur dalam waktu 2 jam setelah makan karena memudahkan isi lambung termasuk asam lambung akan berbalik arah kembali ke kerongkongan.
(wk/riaw)