Banyak Lahirkan Pro-Kontra, Bamsoet Yakin RUU Ketahanan Keluarga Tak Akan Berlanjut
Nasional
Heboh RUU Ketahanan Keluarga

Wakil Ketua Umum Partai Golkar Bambang Soesatyo menyatakan bahwa fraksinya telah menarik diri dari usulan RUU Ketahanan Keluarga yang hingga kini masih menuai pro-kontra.

WowKeren - Wakil Ketua Umum Partai Golkar Bambang Soesatyo menilai bahwa masyarakat tak perlu lagi mempersoalkan RUU Ketahanan Keluarga. Ia yakin bahwa usulan Rancangan Undang-Undang Ketahanan Keluarga tersebut tidak akan berlanjut.

"Kalau dari sisi saya sebagai Golkar, saya meyakini gagasan (RUU Ketahanan Keluarga) ini enggak berlanjut," kata pria yang akrab disapa Bamsoet tersebut di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Sabtu (22/1).


Golkar, dikatakannya, telah menarik diri dari usulan tersebut. Seperti diketahui, salah satu anggota fraksinya yang bernama Endang Maria Astuti menjadi salah satu pengusul RUU yang sukses memicu pro dan kontra tersebut. Mendapati bahwa RUU tersebut ramai menuai polemik, Bamsoet menegaskan bahwa partainya tidak akan berkutat lebih jauh.

"Golkar sendiri sudah menarik, tidak perlu lagi dipersoalkan," tutur Bamsoet. "Begitu kita menyadari suatu hal membuat pro kontra, kontroversi maka Golkar sudah menarik dukungan."

Selain Endang, politisi lainnya yang ikut mengusulkan rancangan UU Ketahanan Keluarga antara lain Sodik Mudjahid dari Fraksi Partai Gerindra, Netty Prasetiyani dan Ledia Hanifa dari Fraksi PKS, serta Ali Taher dari Fraksi PAN. Sementara itu, Wakil Ketua Baleg DPR Ahmad Baidhowi menyatakan hingga saat ini belum ada pengusul RUU yang secara resmi menarik diri.

"Belum ada satu fraksi pun yang menarik secara resmi. Kalau menyatakan menarik diri di media, itu baru di media," kata pria yang akrab disapa Awiek tersebut di Senayan, Jakarta, Jumat (21/2). "Mungkin nanti saat pembahasan, fraksi-fraksi akan bersikap secara resmi."

Tak sedikit yang kontra terhadap RUU ini. Salah satunya Ketua DPR RI Puan Maharani. Menurutnya, RUU Ketahanan Keluarga terlalu masuk ke ranah pribadi rumah tangga keluarga. "Sepintas saya membaca drafnya merasa bahwa ranah privat rumah tangga terlalu dimasuki. Terlalu diintervensi," kata Puan di Jakarta, Rabu (19/2)."

Ia menegaskan bahwa RUU Ketahanan Keluarga dalam penyusunannya harus melibatkan aspirasi masyarakat. Sebab, masukan masyarakat perlu dipertimbangkan, tak hanya dari sisi budaya tetapi juga agama.

(wk/zodi)

You can share this post!

Related Posts