6 Anak di Kaltim Jadi Yatim Piatu Dalam Sehari, Jokowi Sigap Sekolahkan Pakai Kocek Pribadi
Nasional

Kisah pilu yang dialami oleh 6 bersaudara di Balikpapan, Kalimantan Timur menyedot perhatian banyak pihak. Keenamnya diketahui harus menjadi yatim piatu pada hari yang sama.

WowKeren - Beberapa waktu lalu enam anak di Kelurahan Sepinggan Raya, Kota Balikpapan, Kalimantan Timur menjadi sorotan banyak pihak. Kisah miris yang dialami keenamnya tentu menyedot perhatian banyak orang. Sebab pada hari yang sama, keenam bocah itu harus menjadi yatim piatu.

Si sulung dilaporkan masih duduk di bangku kelas III SD, sedangkan yang paling kecil masih berusai sekitar satu bulan. Mereka harus menerima kenyataan pahit lantaran sang ayah dan ibu meninggal secara hampir bersamaan, yakni hanya berjarak tujuh jam.

Sang ibu meninggal mendadak pada Minggu (23/2) lalu, sekitar pukul 10.00 WITA. Sang ayah yang begitu terpukul atas kabar duka tersebut secara tiba-tiba mengeluhkan sakit di dadanya dan meninggal tak lama kemudian.

Sang ayah, Yaya Handani, memang sempat dibawa ke rumah sakit. Namun nyawanya tak tertolong dan Yaya dinyatakan meninggal dunia pada pukul 17.00 WITA.

Kini keenamnya pun menjadi yatim piatu dan menggantungkan sepenuhnya kehidupan mereka kepada kakek dan nenek dari pihak ibu, yakni Mustafa (53) dan Wa Ode Rusdiana. Beban itu tentu begitu berat, apalagi karena keenamnya masih anak di bawah umur.


Beruntung kesulitan hidup keenamnya kini sudah menemui solusi. Presiden Joko Widodo dikabarkan telah memberikan bantuan kepada keenam yatim piatu bersaudara itu.

Jokowi menjanjikan jaminan pendidikan hingga jenjang SMA untuk keenamnya. Namun, menariknya, Jokowi dilaporkan merogoh kocek pribadi untuk menyekolahkan keenam bocah malang tersebut.

Informasi ini pun dibenarkan oleh Kepala Dinas Sosial Balikpapan, Purnomo. "Presiden sendiri, pakai duit pribadi, menjamin biaya pendidikan masing-masing anak," ujarnya, dilansir pada Selasa (3/3).

Bantuan itu pun disalurkan melalui Pemerintah Kota Balikpapan. "Mereka sudah dibukakan rekening masing-masing," tutur Purnomo.

Tak hanya itu, pemerintah juga memberikan bantuan berupa Kartu Indonesia Pintar (KIP) dan Kartu Indonesia Sehat (KIS) untuk keenamnya. Di sisi lain, Purnomo juga memastikan keenam bersaudara itu dalam kondisi baik, bahkan mereka tetap bersekolah seperti biasa.

Pihak UPTD Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) setempat juga tak lelah melakukan pendampingan bagi keenam bersaudara tersebut. "Mereka semua sehat, psikis anak-anak juga baik. Tidak ada gejala traumatik," jelasnya.

(wk/elva)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait