Polisi meringkus oknum yang sengaja menimbun masker dalam jumlah besar dan akan menjualnya kembali dengan harga jauh lebih mahal. Oknum itu setidaknya menimbun ratusan box masker.
- Elvariza Opita
- Selasa, 03 Maret 2020 - 23:16 WIB
WowKeren - Wabah virus Corona memang berbuntut pada banyak hal, salah satunya kelangkaan masker. Apalagi kekinian pemerintah menyatakan 2 WNI di Depok, Jawa Barat sudah dipastikan positif terinfeksi virus Corona.
Tak pelak masker pun menjadi barang langka di masa kini. Mengikuti hukum ekonomi, makin langka suatu barang di tengah permohonan yang tinggi, maka harga barang tersebut akan melonjak tajam. Hal ini pun terbukti dari harga masker yang bahkan bisa mencapai Rp 300 ribu per box atau sepuluh kali lipat lebih mahal dari biasanya.
Presiden Joko Widodo pun mengambil kebijakan tegas dengan meminta Polri menindak setiap aksi "kenakalan" di sektor tersebut. Tak main-main, polisi bahkan mengancam akan menjatuhkan denda besar-besaran dan hukuman penjara apabila masih ada oknum yang mencoba memainkan harga masker di pasaran.
Namun kebijakan ini tampaknya tak diindahkan oleh beberapa oknum pengusaha nakal. Beruntung polisi tetap bertindak tegas dan dilaporkan berhasil meringkus para pengusaha nakal itu.
Yang pertama adalah penggerebekan di sebuah apartemen di Tanjung Duren, Jakarta Barat, pada Selasa (3/3) sore. Tak main-main, polisi menemukan ratusan dus masker di sana. "Ada 350-400 dus yang ditemukan di apartemen tersebut," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Yusri Yunus, dilansir Detik News.
Sayangnya ini bukanlah satu-satunya oknum yang berhasil diringkus. Kini sebuah gudang di kawasan Neglasari, Kabupaten Tangerang digerebek karena kedapatan dijadikan lokasi penimbunan masker.
Tak main-main, jumlah masker yang ditimbun sampai ratusan ribu buah. "Iya, betul. Saat ini masih kami dalami terus. Diduga masker ilegal," terang Direktur Reskrimsus Polda Metro Jaya, Kombes Pol Iwan Kurniawan.
Jokowi sendiri meminta masyarakat untuk tidak panik dan melakukan rush buying. Mantan Wali Kota Solo itu memastikan ketersediaan masker masih cukup, meskipun ada beberapa tipe yang mengalami kelangkaan.
"Ya nanti Pak Menteri biar cek, tapi dari informasi yang saya terima stok yang di dalam negeri kurang lebih 50 juta masker ada," ujar Jokowi di Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (3/3). "Memang pada masker-masker tertentu itu yang barangnya langka."
(wk/elva)