Jokowi 'Sindir' Kepanikan Akibat Corona, Ungkap Musuh Yang Lebih Bahaya dari Virus
Nasional

Masyarakat Indonesia dibuat panik usai Presiden Joko Widodo mengonfirmasi keberadaan dua WNI di Depok, Jawa Barat yang positif terinfeksi virus Corona.

WowKeren - Pekan ini Indonesia dibuat geger dengan pengumuman soal keberadaan 2 WNI asal Depok, Jawa Barat yang dinyatakan positif terinfeksi virus Corona. Pernyataan yang disampaikan langsung oleh Presiden Joko Widodo ini pun menuai beragam reaksi, namun tentu saja didominasi rasa panik.

Kepanikan ini pun kian tak terbendung walau sudah 3 hari berlalu sejak kedua WNI diisolasi dan dirawat intensif di Rumah Sakit Pusat Infeksi (RSPI) Sulianti Saroso. Salah satunya terlihat dari warga yang nekat memborong bahan makanan dan sejumlah kebutuhan sanitasi lain di pasar swalayan.

Aksi sejumlah warga ini pun langsung menuai banyak kecaman serta sindiran pedas. Yang tak disangka, Jokowi pun ternyata menjadi salah satu yang ikut menyindir pedas perilaku panik itu.

Jokowi pun berusaha meredam kepanikan masyarakat lewat sebuah video yang diunggah di media sosial pribadinya. Dalam video berdurasi 2 menit itu terlihat Jokowi yang menegaskan agar masyarakat tak perlu khawatir berlebihan atas wabah COVID-19.

"Tidak perlu takut secara berlebihan dengan yang namanya virus Corona," kata Jokowi dalam video tersebut, Kamis (5/3). "Karena virus Corona, dari data yang saya terima, 94 persen lebih penderitanya dapat disembuhkan."


Jokowi pun membagikan kiat agar bisa mengurangi potensi tertular virus Corona. Mulai dari cara mencuci tangan yang baik dan benar, hingga etika menggunakan masker agar efektif dan efisien.

Menjelang penutupan video itulah Jokowi tampak menyampaikan wejangan pedasnya soal wabah Corona. Menurutnya, musuh terbesar masyarakat di tengah wabah Corona ini bukanlah virus itu sendiri. Melainkan perasaan takut dan panik berlebih.

Jokowi \'Sindir\' Kepanikan Akibat Corona, Ungkap Musuh Yang Lebih Bahaya dari Virus

Twitter

"Jadi sebetulnya musuh terbesar kita saat ini adalah bukan virus itu sendiri. Tapi rasa cemas, rasa panik, rasa ketakutan, dan berita-berita hoaks," tutur Jokowi. "Kita harus percaya pada fakta, informasi, solidaritas, dan gotong royong."

Di sisi lain, pemerintah terus berusaha untuk mencegah penyebaran virus Corona di Indonesia. Salah satunya dengan membangun pusat kesehatan berupa rumah sakit khusus penanganan pasien COVID-19 di Pulau Galang, Batam, Kepulauan Riau.

(wk/elva)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait