Kendati demikian RS Unair mengaku belum menerima hasil pemeriksaan atas 9 pasien tersebut. Hanya saja saat ini kesembilannya mengalami gejala mirip pasien positif COVID-19.
- Elvariza Opita
- Rabu, 11 Maret 2020 - 12:36 WIB
WowKeren - Pemerintah dan tenaga medis terus melakukan yang terbaik untuk mencegah penyebaran wabah virus Corona di Indonesia. Salah satu langkah yang ditempuh adalah dengan memastikan pasien-pasien dengan gejala mirip infeksi Corona dirawat di fasilitas medis.
Dan rupanya pasien dengan gejala mirip Corona ini juga ditemukan di Surabaya. Dilansir dari Suara Surabaya, tercatat ada 9 pasien dengan gejala mirip infeksi virus Corona yang kekinian tengah dirawat di Rumah Sakit Universitas Airlangga (RS Unair) Surabaya.
Sembilan pasien itu terdiri atas tiga orang laki-laki dan enam perempuan yang sudah dirawat sejak Minggu (8/3) kemarin. Lebih lanjut, dari kesembilannya, tiga orang merupakan WNA dari Jepang dan Jerman.
Direktur RS Unair, Prof. Dr. Nasronudin menyatakan kesembilan pasien itu mengalami gejala yang mirip dengan penderita COVID-19, seperti batuk, pilek, dan demam. Namun kecurigaan bahwa mereka terjangkit virus Corona karena kesembilannya punya riwayat perjalanan ke negara terjangkit virus Corona.
Kendati demikian, Nasronudin meminta publik untuk tidak terlalu khawatir. Status kesehatan atas sembilan orang itu pun masih diperiksa lebih lanjut.
"Karena pernah bepergian ke negara endemik, masih kita periksa statusnya," ujar Nasronudin. "Kita cek secara seksama, agar tidak membahayakan."
Sebelumnya, kesembilan pasien itu telah memeriksakan diri ke posko crisis center Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Timur yang bekerjasama dengan RS Unair. Dari pemeriksaan di sana lah terungkap adanya gejala serupa pasien COVID-19. Hingga kini kesembilan pasien tersebut masih dalam perawatan.
Sementara itu, Juru Bicara Pemerintah untuk Virus Corona, Achmad Yurianto, telah mengonfirmasi soal 27 kasus positif COVID-19 di Indonesia. 8 kasus diantaranya baru dikonfirmasi pada Selasa (10/3) kemarin.
"Kemarin sudah mengumumkan pasien dengan kode 01 sampai 19," ujar Yuri di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (10/3). "Saya akan lanjutkan hari ini. Hasil lab siang tadi dan analisis bersama ahli, total jumlah (pasien) baru delapan."
(wk/elva)