Perusahaan Minyak Arab Saudi Tuai Kecaman Usai 'Sulap' Pekerja Migran Jadi Hand Sanitizer
Dunia

Perusahaan minyak di Arab Saudi, Aramco menuai kecaman dari warganet usai foto seorang pegawai imigran disulap menjadi 'petugas' hand sanitizer di kantornya.

WowKeren - Mewabahnya virus corona membuat membuat sejumlah tempat melakukan pengawasan lebih. Tak sedikit fasilitas-fasilitas umum yang kini menyediakan cairan pencuci tangan atau hand sanitizer sebagai salah satu bentuk pencegahan penularan virus corona.

Namun, baru-baru ini di media sosial beredar foto yang memperlihatkan seorang pria berdandan menyerupai dispenser dengan membawa hand sanitizer berkeliling kantor. Tentunya hal ini menjadi perhatian warganet dari seluruh dunia.

Diketahui, pria yang ada di dalam foto itu adalah seorang pria pekerja migran yang bekerja di sebuah perusahaan minyak di Arab Saudi. Adapun perlakuan perusahaan tersebut tentunya menuai kecaman dari para netizen.

Pasalnya, perlakuan perusahaan terhadap sang pria dianggap rasis dan melakukan eksploitasi terhadap pekerja. Kecaman terhadap perusahaan besar Arab Saudi, Aramco pun beredar di media sosial. Salah satunya berasal dari akun @Imamofpeace.

Perusahaan Minyak Arab Saudi Tuai Kecaman Usai \'Sulap\' Pekerja Migran Jadi Hand Sanitizer

Twitter


Setelah postingan tersebut diunggah pada Rabu (11/3) lalu, cuitan tersebut langsung mendapatkan respon dari warganet. Hingga kini (13/3), cuitan tersebut telah disukai lebih dari 18 ribu orang dan mendapat banyak balasan.

"Tidak seharusnya dibutuhkan seseorang untuk mengedarkannya. Karena hand sanitizer tersebut bisa dengan mudah kamu letakkan di sebuah tempat termasuk meja," kata @vi******lan.

"Ini sungguh tidak lucu, siapa yang mengusulkan ide ini?" ujar @wo******ss. "Jika ia memang dibayar untuk melakukan hal itu, maka dia bukanlah budak," sahut @Ka******aul.

Beredarnya foto sang pekerja di media sosial membuat pihak perusahaan angkat bicara. Dilansir Middle East Eye, Jumat (13/3), pihak perusahaan Aramco mengaku jika pihaknya bermaksud untuk menerapkan pentingnya kebersihan tangan.

Namun, setelah mendapat kecaman dari banyak pihak, mereka pun memilih untuk menghentikan beredarnya pekerja yang membawa hand sanitizer dan memilih mengambil langkah lain agar hal tersebut tak terjadi lagi.

(wk/nidy)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait