Pernyataan Jokowi Soal Jamu Mampu Tangkal Corona Disorot Media Asing
Nasional
Wabah Virus Corona

Sebelumnya, Presiden Jokowi belum lama ini mengklaim jika dirinya menambah frekuensi minum jamu sebanyak tiga kali sehari menyusul maraknya isu corona.

WowKeren - Pernyataan Presiden Joko Widodo alias Jokowi soal dirinya mengkonsumsi minuman ramuan herbal atau jamu di tengah merebaknya isu corona disorot oleh media asing. Media berbasis di Singapura StraitsTimes misalnya, mengkritik pernyataan Jokowi tersebut.

Dalam artikelnya yang bertajuk "Presiden Indonesia Memperkuat Spekulasi Ramuan Herbal Dapat Menangkal Virus", StraitsTimes menyebut jika jamu belum terbukti bisa menangkal virus corona. Sehingga pernyataan Jokowi tersebut tak lebih dari sekadar spekulasi.

Sebelumnya, Jokowi belum lama ini mengklaim jika dirinya meminum jamu sebanyak tiga kali sehari menyusul maraknya isu corona, jika sebelumnya hanya meminumnya sekali sehari. Tak hanya itu, presiden juga lebih memilih minuman herbal ketimbang teh untuk menjamu para tamunya.

"Sekarang tamu-tamu saya kalau pagi, siang, dan malam saya beri minuman itu (jamu)," kata Jokowi di Istana Negara, Kamis (12/3). "Bukan teh, tapi temu lawak, jahe, sereh, kunyit, campur jadi satu."


Namun, media StraitsTimes menegaskan jika konsumsi jamu belum terbukti bisa menangkal virus corona. "Namun, penggunaannya (jamu) sebagai pencegah penularan virus corona belum dapat dibuktikan," tulis media tersebut, Jumat (13/3).

Sementara itu, Google Indonesia telah menghapus semua konten yang mengklaim obat-obatan alternatif dapat menangkal virus corona. Terutama video-video yang mengklaim jika konten tersebut lebih ampuh daripada anjuran dokter.

"Namun bukan berarti semua video terkait jamu kami take down," kata Head of Public Policy and Government Relations Google Indonesia Putri Alam, Senin (9/3). "Misalnya ada video-video yang mengaku lebih ampuh daripada ke dokter, itu pasti kami take down."

Sebab, video-video semacam itu justru bisa menuntun penontonnya untuk lebih memilih jalan lain daripada harus mencari bantuan medis. Padahal, hal itu belum terbukti ampuh. "Karena untuk isu kesehatan pasti sensitif banget. Pokoknya apa saja yang bisa mengurungkan niat viewer atau pengguna untuk mencari bantuan medis profesional, pasti kami take down," jelas Putri.

(wk/zodi)

You can share this post!

Related Posts