Dokter Italia Ungkap Cerita 'Menyayat Hati' Ini Sebelum Pasien Corona Meninggal
Dunia

Francesca Cortellaro, seorang dokter di rumah sakit San Carlo Borromeo di Milan membagikan kisah menyayat hati para pasiennya yang menderita corona sebelum meninggal dunia.

WowKeren - Penyebaran virus corona makin hari makin luas. Tak hanya itu, bahkan korban terinfeksi tiap harinya semakin meningkat.

Seperti yang terjadi di Itali dimana hingga hari ini (16/3), tercatat pasien positif sebanyak 24.747 orang dengan korban meninggal sebanyak 1.809 orang. Diketahui, dalam sehari terdapat 368 orang meninggal karena corona di Negeri Pizza ini.

Di tengah wabah corona yang mengerikan di Italia, seorang dokter pun turut menceritakan kisah pilu soal detik-detik terakhir pasiennya yang terinfeksi virus covid-19. Pasien tersebut, berjuang hingga akhir dan berbicara dengan orang-orang yang ia cintai di tengah kondisi kritis sebelumnya akhirnya berpulang ke Sang Pencipta.

Adalah Francesca Cortellaro, seorang dokter di rumah sakit San Carlo Borromeo di Milan yang menceritakan bagaimana perjuangan pasiennya memerangi virus corona yang kini mewabah di Italia. Tujuan mereka hanya satu, yaitu untuk bangkit dan pulih dari COVID-19 (penyakit yang disebabkan virus corona baru).


“Kamu tahu apa yang paling menyakitkan?" ujar Dr Cortellaro dilansir surat kabar Italia II Giornale. "Melihat pasien sekarat, mendengarkan mereka memohon mengucapkan selamat tinggal kepada anak dan cucu-cucu mereka."

Dr Cortellaro menyaksikan bagaimana pasien virus corona datang sendiri ke rumah sakit, beberapa pasien seakan sadar bahwa mereka akan meninggal. “Mereka sadar, mereka tidak mengalami serangan narkolepsi. Seolah-olah mereka tenggelam, dan hanya menunggu waktunya tiba,” katanya.

Ia kemudian menceritakan seorang nenek sekarat yang ingin melihat cucunya untuk terakhir kali. “Aku menghubungi cucunya melalui panggilan video, kemudian sang nenek mengucapkan salam terakhir kepada cucunya. Setelah nenek itu meninggal," kata Dr Cortellaro. "Aku jadi punya daftar panggilan telepon untuk pasien lain. Aku menyebutkan sebagai daftar panggilan telepon perpisahan."

Sementara itu, para dokter dan perawat yang ada di Italia hingga kini terus berpacu dengan waktu dalam merawat dan menyembuhkan ribuan pasien corona tersebut. Kekhawatiran semakin memuncak kala Sistem Kesehatan Nasional Italia yang dianggap menjadi salah satu yang terbaik di dunia tidak mampu membendung laju penyebaran virus mematikan ini.

(wk/nidy)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait