Mudik Lebaran Ditunda, Menko Luhut Usul Libur Diundur ke Akhir Tahun
Nasional
Mudik di Tengah Corona

Pemerintah mengimbau masyarakat untuk tak melakoni tradisi mudik atau pulang ke kampung halaman saat Lebaran 2020 mendatang, yang notabene masih 'ditemani' wabah Corona.

WowKeren - Belum lama ini pemerintah meminta masyarakat untuk tak melakukan tradisi mudik alias pulang ke kampung halaman. Tradisi ini sendiri sudah menjadi hal yang rutin dilakukan setidaknya setahun sekali, terutama ketika liburan panjang Hari Raya Idul Fitri.

Di sisi lain, bulan Ramadan dan Hari Raya Idul Fitri tahun ini tampaknya tak lagi sama. Pasalnya wabah virus Corona yang menyerang Indonesia masih belum menunjukkan tanda-tanda akan mereda.


Alhasil pemerintah mengimbau agar masyarakat tak melakukan mudik. Meski belakangan Istana menegaskan masyarakat boleh mudik asal setelahnya menjadi orang dalam pemantauan (ODP) selama 14 hari.

Menanggapi simpang siur yang ada, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan pun angkat bicara. Luhut membenarkan bahwa libur lebaran akan diundur sampai wabah COVID-19 mereda.

Luhut pun menyebut, pemerintah berencana mengganti hari libur nasional pada masa Idul Fitri ke akhir tahun. "Nanti liburan ini mungkin diberikan lebih banyak di akhir tahun," terang Luhut pasca rapat terbatas dengan Jokowi, Kamis (2/4).

Kendati demikian, Luhut menyebut wacana yang disampaikannya masih digodok lebih dalam. Skema terkait memundurkan liburan nasional masih dibahas lebih jauh di lingkup pemerintahan. "Kami sedang merumuskan teknis di bawah untuk pelaksanaan itu," terangnya, dilansir dari Kompas.

Sebelumnya rencana untuk memundurkan hari libur lebaran in juga sudah disampaikan Jokowi. Mantan Gubernur DKI Jakarta itu menyebut pihaknya akan membahas lebih lanjut skema pengunduran jadwal libur nasional, meski tak menyebutkan gambaran waktunya.

"Dalam rangka menenangkan masyarakat, mungkin alternatif mengganti hari libur nasional di lain hari untuk hari raya," ujar Jokowi. "Ini mungkin bisa dibicarakan."

Selain itu, pemerintah juga membuka peluang untuk menggratiskan sejumlah tempat wisata di berbagai daerah untuk penunjang para pemudik. Jokowi juga menjanjikan bantuan sosial untuk 2,5 juta masyarakat DKI Jakarta yang berkenan tidak kembali ke kampung halaman.

(wk/elva)

You can share this post!

Related Posts