Najwa Shihab Layangkan Protes Terhadap Keputusan Menteri Hukum dan HAM Soal Bebaskan Napi Koruptor
Instagram/najwashihab
Selebriti
Napi Bebas Dampak Corona

Najwa Shihab melayangkan protes kepada Menteri Hukum dan HAM yang membebaskan napi koruptor. Alih-alih demi mencegah penyebaran virus corona, Najwa malah curiga tentang hal ini.

WowKeren - Belasan atau bahkan ribuan napi telah dibebaskan pekan ini untuk mengantisipasi penyebaran virus corona di lapas dan rutan yang kapasitasnya terisi penuh. Menteri Hukum dan HAM, Yasonna Laoly, bahkan mengusulkan agar narapidana korupsi berusia di atas 60 tahun bisa dibebaskan di tengah pandemi virus corona saat ini.

Usulan itu disampaikan Yasonna dalam rapat bersama Komisi III melalui teleconference pada Rabu (1/4). Yasonna mengambil langkah ini untuk pencegahan virus corona di lapas yang over kapasitas.

Sayangnya, hal itu justru mendapatkan protes keras dari banyak pihak. Presenter berita Najwa Shihab menjadi salah satu yang ikut memprotes hal ini.

Lewat unggahan di akun Instagram-nya, Najwa mengaku tidak keberatan dengan keputusan Yasonna untuk membebaskan para napi karena alasan lapas kelebihan kapasitas. Namun, Najwa menyayangkan Yasonna memilih untuk membebaskan napi koruptor.

"Koruptor Dibebaskan Gara-Gara Corona? Nanti Dulu! Menteri Hukum dan HAM, Yasonna Laoly berencana membebaskan napi termasuk napi koruptor karena corona. Alasan utamanya, lapas yang kelebihan kapasitas akan membuat penyebaran virus ini tidak terkendali dan jika satu tertular akan membahayakan semua. Secara prinsip alasan ini sangat bisa diterima. Kondisi lapas kita memang tidak manusiawi, orang bertumpuk seperti pindang, bahkan tidur bergantian," tulis Najwa pada Jumat (3/4) kemarin.


Secara logika, kondisi lapas bagi para koruptor berbeda dari napi yang lain. Bahkan, mereka mempunyai sel eksklusif dan fasilitas lengkap dibandingkan dengan para tahanan lain yang harus berdesak-desakan hanya untuk tidur.

"Tapi alasan ini menjadi mengada-ada ketika kita bicara soal napi koruptor. Sel bagi koruptor berbeda dengan tahanan lain. Di Lapas Sukamiskin misalnya, satu napi satu kamar. Lengkap dengan fasilitas pula. Alih-alih berdesak-desakan dengan napi lain sehingga bisa tertular corona, para koruptor di Sukamiskin bahkan ada yg bisa mandi air panas di kamar mandi pribadi dan olahraga dgn alat khusus di dalam sel eksklusif mereka," protes Najwa.

Lebih lanjut, Najwa tanpa segan menyinggung Kementerian Hukum dan HAM yang berupaya untuk meringankan hukuman koruptor lewat revisi peraturan perundangan. Oleh sebab itu, Najwa meminta Menteri untuk tidak membuatnya curiga. Ia kemudian berharap kepada Menteri untuk membuka opini publik terlebih dahulu sebelum mengambil keputusan tersebut.

"Sdh beberapa kali Kementerian Hukum dan HAM berupaya utk meringankan hukuman koruptor lewat revisi peraturan perundangan. Jadi Pak Menteri yang terhormat, supaya kita tidak curiga macam-macam, coba dibuka dulu ke publik, narapidana kasus korupsi apa dan di mana yang menempati sel berdesak-desakan seperti napi umum pencuri ayam yang bahkan tidurnya harus bergantian?" pinta Najwa.

Di akhir keterangan unggahannya, Najwa mengeluarkan sindiran untuk memeriksa sel Setya Novanto dan kawan-kawannya. "Oh ya, sekalian kalau memang mau cek lapas koruptor, titip cek lagi sel Papa Setya Novanto dan kawan-kawannya di Sukamiskin, masih di sel lagi nonton Netflix atau lagi plesiran makan di warung Padang?" tutup Najwa.

(wk/wahy)

You can share this post!

Related Posts