Said Didu Dituntut Minta Maaf ke Luhut Hingga Heboh di Medsos, Ternyata Gara-Gara Ini
Nasional

Tagar #WeAllStandWithSaidDidu sempat masuk jajaran trending topic Twitter Indonesia sejak Jumat (3/4). Hal ini rupanya berhubungan dengan Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan.

WowKeren - Mantan Sekretaris Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Said Didu, sempat ramai diperbincangkan di media sosial. Tagar #WeAllStandWithSaidDidu bahkan sempat masuk jajaran trending topic Twitter Indonesia sejak Jumat (3/4) kemarin. Hal ini rupanya berhubungan dengan Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan.

Awalnya, Said Didu mengunggah video berjudul "MSD: Luhut Hanya Pikirkan Uang, Uang, dan Uang" ke kanal YouTube miliknya. Dalam video tersebut, Said Didu menyinggung Luhut yang ngotot agar dana untuk Ibu Kota Negara (IKN) baru tak diganggu di tengah pandemi virus corona (Covid-19) ini.


"Kenapa itu dilakukan karena ada pihak yang ngotot untuk agar anggarannnya tidak dipotong. dan saya pikir Pimpro (Pimpinan Proyek) pemindahan ibu kota, Luhut Pandjaitan, itulah yang ngotot agar anggarannya tidak dipotong," tutur Said Didu. "Sehingga Sri Mulyani punya ide untuk menaikkan jumlah utang."

Pihak Kemenko Bidang Kemaritiman dan Investasi lantas menanggapi hal ini. Juru bicara Luhut, Jodi Mahardi, menuntut Said Didu untuk minta maaf. Apabila tidak, pihak Luhut akan menempuh jalur hukum dan memidanakan Said Didu.

"Bila dalam 2x24 jam tidak minta maaf, kami akan menempuh jalur hukum sesuai perundang-undangan yang berlaku," tutur Jodi dalam keterang tertulisnya pada Jumat (3/4). Jodi menyoroti Said Didu yang menyebut Luhut "ngotot" agar Menteri Keuangan Sri Mulyani tidak menganggu dana pembangunan IKN baru.

"Saya ingin tegaskan bahwa tudingan yang disampaikan oleh Saudara Said Didu mengenai dana pembangunan IKN tersebut tidak berdasar dan tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya," tegas Jodi. "Tidak pernah terjadi Menko Luhut menekan Bu Sri Mulyani terkait dana pembangunan IKN dan kami mempersilakan siapa saja untuk membuktikannya."

Permintaan maaf dari Said Didu akan ditunggu oleh pihak Luhut hingga Minggu (5/4) siang besok. "Demand kami simple: kasih bukti klarifikasi atau minta maaf. Kami tunggu sampai Minggu setelah makan siang," ujar Jodi dilansir Tempo.

(wk/Bert)

You can share this post!

Related Posts