Said Didu Sudah Kirim Surat Klarifikasi, Luhut Ngotot Tuntut ke Jalur Hukum Gara-Gara Ini
Nasional

Hal ini berawal dari video berjudul 'Luhut: Uang, Uang dan Uang' yang diunggah Said Didu. Dalam video tersebut, Said Didu menyinggung Luhut yang ngotot agar dana untuk Ibu Kota baru tak diganggu di tengah pandemi virus corona.

WowKeren - Mantan Sekretaris Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Said Didu, mengirimkan surat klarifikasi usai mendapat disomasi dari Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan. Surat klarifikasi tentang video di kanal YouTube Said Didu yang berjudul "Luhut: Uang, Uang dan Uang" tersebut dikirim pada Selasa (7/4) kemarin.

Said Didu menjelaskan bahwa video tersebut merupakan ulasan analisis prioritas kebijakan pemerintah dalam menangani pandemi virus corona (Covid-19). Menurut Said Didu, dirinya menyebut Luhut hanya memikirkan uang karena berdasarkan analisisnya, kebijakan pemerintah RI kini lebih mengutamakan penyelamatan ekonomi.


"Bahwa Menteri Koordinator Kemaritiman dan Investasi (Bpk Luhut B. Panjaitan) lebih mengutamakan kebijakan penyelamatan investasi," tulis Said Didu dalam surat klarifikasinya. "Yang mungkin merupakan pelaksanaan tugas Bapak."

Selain itu, Said Didu menegaskan bahwa pernyataannya tentang Luhut bukan untuk kepentingan pribadinya. "Semata-mata karena panggilan nurani untuk memenuhi kewajiban sebagai anak bangsa dalam membangun sistem kehidupan berbangsa dan bernegara yang demokratis, peduli, dan kritis kepada setiap aparatur negara agar dalam mengambil langkah-langkah, kebijakan, dan program selalu fokus untuk kepentingan rakyat banyak demi Indonesia yang maju, adil, dan makmur ke depan," lanjut Said Didu.

Meski Said Didu sudah memberikan klarifikasi terhadap pernyataannya, Luhut rupanya masih akan membawa hal ini ke jalur hukum. Menurut juru bicara Luhut, Jodi Mahardi, sang Menteri tidak berkomentar apa-apa usai membaca surat klarifikasi dari Said Didu.

"Pak Luhut sudah baca. Tidak ada komentar apa-apa," ungkap Jodi dilansir Kompas.com pada Rabu (8/4). "Saya tanyakan apakah dilanjutin proses hukumnya, jawabnya iya."

Lebih lanjut, Jodi mengaku bahwa pihaknya masih mengevaluasi rangkaian kalimat dalam surat klarifikasi Said Didu. Namun, Jodi sendiri menilai bahwa tidak ada kalimat permintaan maaf yang jelas dari Said Didu dalam surat tersebut.

"Mungkin memang kita 'rada-rada dungu' kalau pinjam istilah Pak Said Didu. Enggak paham suratnya itu apakah minta maaf atau apa," ujar Jodi. "Klarifikasi terhadap tuduhannya tentang ibu kota yang tidak benar itu juga tidak kan."

Selain itu, Jodi juga menegaskan bahwa Luhut bukanlah tipe pimpinan yang anti-kritik seperti yang kini banyak ditudingkan. "Pak Luhut kalau dibilang antikritik atau otoriter tidak benarlah. Orang dikasih kesempatan minta maaf kok," pungkas Jodi.

(wk/Bert)

You can share this post!

Related Posts