Tunawisma di Jepang terpaksa kehilangan tempat tinggalnya lantaran warnet-warnet yang menjadi rumahnya selama ini harus tutup dampak pandemi COVID-19. Pemerintah daerah pun memutuskan akan menampung mereka sementara.
- Nidya Putri
- Senin, 13 April 2020 - 15:51 WIB
WowKeren - Imbas wabah virus corona di Jepang membuat sejumlah warung-warung internet di berbagai kota besar tutup. Hal ini membuat sejumlah tunawisma harus kehilangan tempat tinggalnya.
Di Jepang sendiri, warnet-warnet tersebut merupakan tempat berlindung orang-orang yang tidak memiliki rumah. Alasannya karena warnet tersebut buka selama 24 jam.
Warnet tersebut juga dilengkapi bilik pribadi, kamar mandi, dan hiburan, termasuk permainan komputer. Selain itu, biaya sewa untuk bermalam di warnet relatif lebih murah dibandingkan bermalam di hotel kapsul.
Namun, sejak Negara Matahari Terbit itu terjangkit wabah corona hingga menetapkan status darurat nasional, semua warnet diperintahkan untuk tutup. Hal ini demi menekan penyebaran virus COVID-19 yang mematikan.
Bila dibandingkan dengan negara-negara maju lainnya, Jepang memiliki jumlah tunawisma yang relatif rendah. Tercatat lebih dari 4.000 'pengungsi warnet' berada di Tokyo.
Sebagai solusi jangka pendek sejumlah pemerintah daerah pun siap menampung mereka para tunawisma ini di kamar-kamar hotel dan berbagai bentuk akomodasi sementara. Di Saitama, pihak berwenang mengubah gedung olahraga untuk mengakomodasi 200 orang tunawisma.
Sementara di Tokyo, pemerintah setempat mengatakan jika dinas sosial bisa mengirim para tunawisma ke akomodasi sementara. Akan tetapi, menurut Kazuhiro Gokan, selaku konsultan kelompok penyokong tunawisma setempat, sejumlah orang ditolak menginap karena "kesalahpahaman di antara pengelola".
Hingga Senin (13/4) jumlah kasus positif corona di Jepang mencapai 7.370 dengan kematian mencapai 123 orang. Meski demikian, ada kekhawatiran bahwa lonjakan kasus di Tokyo akhir-akhir ini bisa berujung pada wabah yang lebih besar.
Sebelumnya, Gubernur Tokyo Yuriko Koike sempat menyatakan bahwa pihaknya akan menyewa banyak hotel untuk menampung pasien-pasien corona di Jepang. Hotel tersebut akan digunakan untuk mengkarantina para pasien corona dengan gejala ringan.
(wk/nidy)