Pandemi virus corona (COVID-19) telah membuat perusahaan pembuat kondom terbesar di dunia mengurangi produksi barang tersebut, apa dampaknya bagi masyarakat?
- Ruth Meliana
- Selasa, 14 April 2020 - 11:39 WIB
WowKeren - Pandemi virus corona (COVID-19) saat ini telah menjadi ancaman global yang begitu serius. Berbagai dampak buruk akibat pandemi ini turut mengguncang berbagai lapisan masyarakat hingga perusahaan-perusahaan di berbagai belahan dunia.
Krisis produksi kondom menjadi salah satu permasalahan serius saat ini. Pasalnya, sejumlah perusahaan besar telah menghentikan sementara produksi kondom di tengah pandemi corona.
Salah satunya adalah Karex Berhad yang merupakan produsen kondom terbesar di dunia. CEO Karex, Goh Miah Kiat menyatakan kekhawatirannya terkait kurangnya produksi kondom dari perusahaannya sebentar lagi, yakni sebesar 100 juta kondom.
Penyebabnya adalah lockdown di Malaysia membuat Karex berhenti memproduksi kondom selama 10 hari. Tentunya, prospek kekurangan kondom begitu menakutkan. Apalagi, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) telah menyatakan jika kondom merupakan barang penting yang harus terus diproduksi.
Bukan tanpa sebab, kondom dinilai memiliki dampak positif yang besar bagi sejumlah negara. Tepatnya bagi warga-warga dunia yang terdampak parah memiliki banyak kasus HIV maupun AIDS.
"Sementara banyak orang yang memerangi COVID-19 sekarang, kami perlu memastikan bahwa barang-barang penting terus dipasok," kata Goh Miah Kiat seperti dilansir dari Reuters, Selasa (14/4). "Anda tahu, dengan banyak negara yang terkena dampak paling parah di dunia akibat HIV dan AIDS, kondom adalah suatu keharusan."
Sementara itu, salah satu perusahaan kondom terbesar di dunia yaitu Trojan meminta sejumlah penjual online untuk mengkategorikan kondom sebagai item penting selama pandemi corona. Pasalnya, masyarakat dunia saat ini banyak melakukan isolasi diri di rumah sehingga potensi hubungan seksual dinilai semakin meningkat.
"Kami mendesak pengecer online untuk mempertimbangkan mengklasifikasikan kondom sebagai barang penting,” kata Wakil Presiden Pemasaran untuk Kondom Trojan, Bruce Weiss seperti dilansir dari Insider, Selasa (14/4). “Dan mempercepat pengiriman ke semua selama waktu yang belum pernah terjadi sebelumnya ini.”
Lebih lanjut Weiss menjelaskan tanpa kondom, maka ditakutkan semasa pandemi virus corona akan terjadi ledakan kehamilan yang tidak diinginkan hingga penularan penyakit seksual. Oleh sebab itu, ia menekankan bagaimana kondom menjadi salah satu barang yang cukup krusial di tengah pandemi COVID-19 saat ini.
"Lebih banyak waktu bersama berarti lebih banyak seks," ujar Weiss. "Trojan percaya bahwa kondom sangat penting untuk menghindari IMS dan kehamilan yang tidak diinginkan yang dapat dihindari dengan penggunaannya. Kondom lebih penting daripada sebelumnya dan harus dianggap sebagai produk penting di tengah wabah COVID-19."
Departemen Kesehatan Kota New York sendiri telah meminta agar Trojan meningkatkan produksinya. Dalam sebuah pernyataan, departemen ini mengatakan kondom adalah salah satu langkah pencegahan terbaik yang dapat diambil orang terhadap penularan HIV, dimana saat ini sangat penting karena kekebalan tubuh dari penderita HIV / AIDS berisiko lebih tinggi untuk mengembangkan gejala COVID-19 menjadi lebih mematikan.
Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) juga menyatakan keprihatinan yang sama tentang kekurangan kondom. Menurut PBB, kesehatan masyarakat dunia juga turut terancam jika produksi kondom semakin menipis hingga langka.
"Kekurangan kondom atau kontrasepsi apa pun, dapat menyebabkan peningkatan kehamilan yang tidak diinginkan,” jelas juru bicara PBB kepada AFP. “Dengan konsekuensi kesehatan dan sosial yang berpotensi merusak bagi remaja perempuan, wanita dan pasangan serta keluarga mereka.”
(wk/lian)