Pada hari Minggu (12/4) lalu, salah satu polisi yang bertugas di negara bagian Punjab kehilangan tangannya akibat mendapatkan serangan benda tajam dari sekelompok warga yang melanggar aturan lockdown.
- Luthfiatun Nisa
- Selasa, 14 April 2020 - 14:44 WIB
WowKeren - Peraturan lockdown di negara India sempat menuai respons negatif dari penduduknya. Bahkan salah satu polisi yang bertugas di negara bagian Punjab harus rela kehilangan tangannya akibat mendapatkan serangan dari sekelompok warga yang melanggar aturan lockdown tersebut.
Kini, pihak pemerintah India rupanya memerintahkan sejumlah dokter untuk mengoperasi tangan polisi bernama Harjeet Singh tersebut. Disebutkan bahwa para dokter itu telah berhasil merekatkan kembali tangan Harjeet Singh yang terpotong.
Para dokter mengatakan, operasi itu sangat kompleks dan menantang, tetapi sub-inspektur Singh kemungkinan akan sembuh total. Ketua Menteri Punjab, Amarinder Singh, melalui Twitter-nya memberi ucapan selamat kepada tim medis.
"Aku bangga dengan @PunjabPoliceInd di bawah SI Bikkar Singh atas profesionalitas menangani situasi ini. ASI Harjeet Singh sedang menjalani operasi plastik di PGI Chandigarh, semoga operasinya sukses."
Dilansir dari BBC, Harjeet Singh sendiri mengalami kejadian nahas tersebut pada hari Minggu (12/4) lalu. Saat insiden terjadi, sub-inspektur Singh menegur para penyerangnya karena melanggar aturan lockdown, lalu tangannya terpotong akibat tebasan senjata tajam.
Setelah serangan kepada polisi, orang-orang itu langsung melarikan diri ke desa terdekat dan berlindung di kompleks gurdwara, menurut laporan media setempat. Disebutkan bahwa ada 11 orang yang dilaporkan dari sekte keagamaan Nihang Sikh telah ditangkap sehubungan dengan serangan itu.
Awalnya, mereka enggan menyerahkan diri dan justru menembaki polisi, namun akhirnya berhasil dilumpuhkan. Para pelaku langsung dijerat tiga tuduhan sekaligus, yaitu upaya pembunuhan, penganiayaan, dan serangan fisik terhadap petugas publik.
BBC mengabarkan, para polisi yang berada di garis depan menegakkan aturan lockdown juga diserang di negara bagian lain. Namun serangan di Punjab adalah yang paling brutal. Sebuah video kejadian itu yang viral menunjukkan polisi yang terluka meminta bantuan rekan-rekannya.
Sebagai informasi tambahan, India sendiri mulai memberlakukan kebijakan lockdown nasional sejak akhir Maret lalu, dengan penduduk diizinkan meninggalkan rumah mereka hanya untuk layanan penting seperti membeli bahan makanan dan obat-obatan. Perdana Menteri Narendra Modi diperkirakan akan memperpanjang lockdown nasional dua minggu ke depan, dari yang semula dijadwalkan berakhir Selasa (14/4).
Sementara itu, hingga kini India sendiri telah mencatatkan 10,453 kasus positif COVID-19. Dari angka tersebut, 358 pasien dinyatakan meninggal dunia, sedangkan 1,181 lainnya dikonfirmasi sembuh. Saat ini, India memiliki kasus aktif corona sebanyak 8,914 pasien.
(wk/luth)