Geng Mafia di Italia Bagikan Makanan Gratis untuk Warga Miskin di Tengah Lockdown
SerbaSerbi

Mendagri Italia, Luciana Lamorgese, justru meyakini bahwa kelompok mafia itu akan mengambil keuntungan dari bantuan tersebut, yakni diam-diam merekrut warga miskin menjadi anggota.

WowKeren - Sejak 9 Maret lalu Italia menetapkan kebijakan penguncian wilayah (lockdown) nasional yang mengharuskan seluruh warga untuk tinggal di rumah demi menekan penularan virus corona (COVID-19). Di tengah kebijakan lockdown tersebut, rupanya kelompok mafia di Italia turut membantu mendistribusikan makanan gratis bagi keluarga miskin.

Dilansir The Guardian pada Rabu (15/4), dalam beberapa pekan terakhir ini muncul video para mafia tengah mengirimkan kebutuhan penting untuk warga yang terdampak kebijakan lockdown. Bantuan tersebut tepatnya dibagikan di daerah Italia selatan seperti Campania, Calabria, Sisilia, dan Puglia yang memiliki banyak warga kelompok menengah ke bawah.

Terkait kondisi ini, Menteri Dalam Negeri Italia Luciana Lamorgese, mengingatkan jika mafia bisa mengambil keuntungan dari beban yang dirasakan warga miskin saat lockdown yakni dengan merekrut mereka menjadi anggota. Menurutnya, aksi sosial yang dilakukan mafia terhadap warga miskin adalah sebuah taktik agar para bos menampilkan diri sebagai orang yang dermawan tanpa meminta imbalan apa pun.

Penyelidik Anti Mafia dan Kepala Kantor Kejaksaan di Catanzaro, Nicola Gratteri, mengatakan jika para bos mafia menganggap kota mereka sebagai wilayah kekuasaan. Sama halnya dengan aksi sosial di daerah warga miskin saat ini.

"Para bos mafia tahu betul untuk memerintah, mereka perlu menjaga orang-orang di satu wilayah dan mereka melakukannya dengan memanfaatkan situasi untuk keuntungan mereka. Di mata orang-orang, bos yang mengetuk pintu menawarkan makanan gratis adalah pahlawan. Dan para bos mafia tahu bahwa dia kemudian dapat mendapat dukungan dari keluarga-keluarga ini bila perlu," ujar Graterri.


Gratteri juga mengatakan bahwa kupon belanja yang dibagikan pemerintah untuk membantu warga memenuhi kebutuhan dasar tidak mencukupi. Gratteri mengaku khawatir kondisi tersebut bisa dimanfaatkan oleh para mafia untuk menyediakan layanan dan mengendalikan kebutuhan di tengah keterbatasan kupon belanja yang belum diterima oleh seluruh warga.

"Selama lebih dari sebulan, toko-toko, kafe, restoran dan klub malam ditutup. Dengan kata lain, jutaan orang yang bekerja di bidang ini tidak menerima gaji selama lebih dari sebulan dan tidak tahu kapan mereka bisa kembali bekerja," ujar Gratteri.

Sementara itu, selama beberapa hari terakhir, polisi Naples menggencarkan patroli untuk mencegah kemungkinan Camorra, mafia Neapolitan, mengatur paket kebutuhan warga ke rumah. Hakim mengatakan telah melakukan penyelidikan terhadap sekelompok orang saat membagikan makanan kepada warga setempat.

Di sisi lain, kebijakan lockdown di Italia memang telah mengubah kondisi sosial di beberapa wilayah dan diperkirakan memengaruhi 3,3 juta orang. Muncul laporan bahwa pemilik toko kecil mendapat tekanan dari warga setempat untuk memberikan makanan gratis, sementara polisi berpatroli di beberapa wilayah untuk menghentikan pencurian di supermarket.

Italia sendiri menjadi negara ketiga di dunia yang memiliki kasus corona tertinggi setelah Amerika Serikat dan Spanyol. Saat ini, Italia telah mencatatkan 162,488 kasus positif corona, dengan 21,067 jumlah korban yang meninggal, dan 37,130 dinyatakan sembuh.

(wk/luth)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait