Tidak mempedulikan perintah lockdown yang telah diterapkan pemerintah, sekelompok miliader nekat berliburan ke Prancis dengan menggunakan jet pribadi.
- Ruth Meliana
- Rabu, 15 April 2020 - 12:40 WIB
WowKeren - Pandemi virus corona (COVID-19) telah menyebabkan sejumlah negara memberlakukan kebijakan karantina wilayah (lockdown), salah satunya adalah Prancis. Pemerintah Prancis telah menerapkan status lockdown sejak 16 Maret lalu sebagai langkah mencegah penyebaran COVID-19 semakin meluas.
Dampak dari kebijakan tersebut adalah Prancis telah menangguhkan jalur penerbangan selama lockdown. Hal ini membuat warga negara asing tentunya tidak dapat dengan bebas naik pesawat dan terbang ke wilayah Prancis.
Namun, sekelompok wisatawan yang juga merupakan miliader dilaporkan melanggar perintah lockdown dari Prancis. Mereka diketahui mendarat di Bandara Marseille Provence, Prancis dengan menggunakan jet pribadi. Sontak, kedatangan mereka mendapat penolakan dari kepolisian Prancis.
Dilansir Fox News, sebelumnya polisi perbatasan Prancis telah mendapatkan informasi dari Bandara Marseille Provence mengenai kedatangan para pekerja asal perusahaan Inggris. Perusahaan ini mengabarkan akan menerbangkan sebuah pesawat jet pribadi dari London menuju Marseille.
Dalam pesawat tersebut diketahui ada 10 penumpang dari berbagai negara. Mereka diketahui berkebangsaan Kroasia, Prancis, Jerman, Rumania dan Ukraina. Sementara tiga dari 10 penumpang jet pribadi diketahui merupakan warga negara Prancis.
Polisi Perbatasan Udara Provinsi Marseille menjelaskan sepuluh penumpang terdiri dari tujuh laki-laki dan tiga orang wanita ini. Mereka dilapokan menuju Prancis lantaran ingin liburan ke kota Cannes.
Prancis sendiri menolak mereka dan secara tegas menyatakan hanya wisatawan yang memiliki tujuan penting dan darurat yang diizinkan masuk. Alhasil, hanya tiga penumpang berkebangsaan Prancis dari jet tersebut yang diizinkan masuk.
Penerbangan ini sendiri rupanya disewa oleh seorang pria asal Kroasia yang merupakan pengusaha di bidang real estate dan keuangan. Ia telah menyewa pesawat jet jenis Embraer Legacy yang mematok harga 5.400 dolar Amerika atau setara dengan Rp85 miliar untuk 13 penumpang.
Miliader asal Kroasia ini juga telah menyewa tiga helikopter dan sebuah vila di Cannes. Demi mewujudkan liburannya, pria tersebut bahkan mengaku memiliki banyak uang dan siap membayar berapapun denda asalkan bisa menikmati waktunya di Cannes bersama teman-temannya.
”Saya punya uang, mari kita bicara,” jelas polisi saat menirukan pria Kroasia tersebut, seperti dilansir dari Fox News, Rabu (15/4). “Dia bilang mereka semua akan pergi ke villa dan mengisolasi diri di sana, serta berjanji tidak akan menimbulkan masalah. Tapi itu jelas merupakan perjalanan rekreasi dan di bawah tindakan pencegahan sekarang, itu dilarang keras.”
Akibatnya, pria tersebut bersama seluruh penumpang lainnya harus kembali ke London lantaran tidak diizinkan masuk. Asosiasi Air Transport Gendarmerie bahkan memberikan denda kepada tiga pilot yang mengendarai pesawat tersebut karena mereka melakukan penerbangan tanpa izin yang sah.
(wk/lian)