Selain Corona, Berikut Virus-Virus Paling Mematikan Di Dunia
Dunia

Selain pandemi corona (COVID-19) sekarang ini, berikut merupakan kumpulan berbagai jenis virus-virus paling mematikan yang pernah mewabah di dunia. Apa saja?

WowKeren - Dunia saat ini sedang diguncang dengan pandemi virus corona (COVID-19). Namun jauh sebelum virus corona mewabah, manusia telah berjuang melawan virus sejak lama bahkan sebelum spesies kita berevolusi menjadi bentuk modern-nya.

Beberapa penyakit virus sudah berhasil ditemukan vaksin dan obat antivirus sehingga infeksi berhasil dicegah agar tidak menyebar secara luas. Meski demikian, manusia rupanya masih belum bisa memenangkan pertarungan melawan virus yang kerap terjadi.

Dilansir livescience, sejumlah virus mematikan telah menyerang manusia dalam beberapa dekade terakhir. Berikut merupakan sejumlah virus yang paling mematikan telah tercatat di dunia selain COVID-19 saat ini:

1. Virus Marburg

Virus Marburg pertama ditemukan pada tahun 1967, ketika wabah kecil terjadi di antara para pekerja laboratorium di Jerman. Para pekerja laboratorium tersebut diketahui terinfeksi Marburg dari monyet-monyet yang diimpor dari Uganda.

Virus Marburg mirip dengan Ebola karena keduanya dapat menyebabkan demam berdarah. Orang yang terinfeksi virus ini akan mengalami demam tinggi dan perdarahan di seluruh tubuh yang dapat menyebabkan syok, kegagalan organ, dan kematian.

Tingkat kematian dalam wabah pertama adalah 25 persen. Kemudian angka kematian meningkat lebih dari 80 persen pada wabah 1998-2000 di Kongo, serta pada wabah 2005 di Angola, menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).

2. Ebola

Wabah Ebola pertama yang diketahui pada manusia menyerang secara serentak di Sudan dan Kongo pada tahun 1976. Ebola menyebar melalui kontak dengan darah atau cairan tubuh lain, atau jaringan dari orang atau hewan yang terinfeksi.

Strain dari virus ebola diketahui bervariasi secara dramatis dalam menyebabkan kematian. Salah satu strain bernama Ebola Reston, bahkan tidak membuat orang sakit. Namun, strain lain bernama Bundibugyo mencatat tingkat kematian hingga 50 persen, kemudian 71 persen untuk strain Sudan menurut WHO.

3. Rabbies

Vaksin Rabbies, sebuah virus yang berasal dari hewan peliharaan berhasil diciptakan pada 1920-an. Meski virus ini telah membantu menurunkan kasus di negara maju, namun virus rabbies masih menjadi masalah serius di India dan beberapa bagian Afrika.

Virus ini berpotensi menyebabkan yang sangat berbahaya karena dapat merusak otak. Bahkan, tingkat fatalitas atau angka kematian mencapai 100 persen jika seseorang yang terinfeksi memilih untuk tidak dirawat.

4. HIV

Dalam dunia modern saat ini, HIV telah menjelma menjadi virus paling mematikan. Sebanyak 32 juta orang telah meninggal akibat terkena HIV sejak pertama diakui pada awal 1980-an.

HIV juga masih belum dapat disembuhkan, namun pasien masih bisa hidup lebih lama berkat adanya obat antivirus yang bisa menekan keganasan virus tersebut. Meski demikian, penyakit ini tetap menjadi momok di negara miskin dan berkembang, dimana 95 persen infeksi baru HIV sering terjadi.

5. Smallpox

World Health Assembly menyatakan bahwa dunia telah bebas dari smallpox atau cacar pada tahun 1980. Namun sebelum itu, manusia telah berupaya melawan infeksi virus ini selama ribuan tahun. Virus ini telah membunuh 1 dari tiga orang yang terinfeksi. Para penyintas virus ini hidup dengan bekas luka dan beberapa di antaranya mengalami kebutaan.


Tingkat kematian akibat virus ini lebih tinggi terjadi di luar kawasan Eropa. Misal, sejumlah sejarawan memperkirakan 90 persen suku asli di Amerika Serikat meninggal akibat virus smallpox yang dibawa orang-orang Eropa.

6. Hantavirus

Hantavirus pulmonary syndrome (HPS) pertama kali mendapat perhatian luas di Amerika Serikat pada tahun 1993. Menurut data Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) AS, saat ini lebih dari 600 orang di AS terinfeksi HPS dan 36 persen di antaranya meninggal dunia.

Virus ini tidak menular lewat penyebaran antarmanusia, namun menular lewat kotoran tikus. Hantavirus yang berbeda juga pernah menyebabkan wabah pada awal 1950-an saat Perang Korea. Kala itu, lebih dari 3.000 tentara terinfeksi, dan sekitar 12 persen dari mereka tewas.

7. Influenza

WHO telah melaporkan sebanyak 500.000 orang di seluruh dunia meninggal akibat influenza selama musim flu. Bahkan, ketika strain virus flu baru muncul, virus ini dapat menyebabkan pandemi dengan tingkat penularan yang cepat dan tingkat kematian yang tinggi.

Pandemi flu paling mematikan yang pernah tercatat dunia adalah Flu Spanyol pada 1918. Pandemi tersebut menyebabkan 40 persen orang di seluruh dunia terinfeksi dan mengakibatkan sekitar 50 juta orang meninggal dunia.

8. Dengue

Virus dengue penyebab demam berdarah pertama kali muncul di Filipina dan Thailand pada sekitar 1950. Sejak saat itu, virus ini menyebar di wilayah tropis maupun subtropis di seluruh dunia. Lebih dari 40 persen populasi penduduk dunia hidup di wilayah endemik virus ini.

Menurut WHO, virus Dengue menyebabkan lebih dari 50 sampai 100 juta orang di seluruh dunia menderita sakit. Tingkat fatalitas infeksi virus ini mencapai 2,5 persen. Selain itu, virus ini dapat menyebabkan demam hemoragik seperti yang disebabkan virus Ebola.

9. Rotavirus

Rotavirus menjadi penyebab diare parah pada bayi dan anak kecil. Peneliti mengungkap virus ini dapat menyebar dengan cepat melalui fecal-oral route, yakni partikel kecil yang terdapat pada feses tidak sengaja dikonsumsi.

Meskipun anak-anak di negara maju jarang meninggal karena infeksi rotavirus, namun penyakit ini menjadi pembunuh di negara berkembang akibat perawatan rehidrasi tidak tersedia secara luas. WHO memperkirakan di seluruh dunia, 453.000 anak-anak di bawah 5 tahun meninggal akibat infeksi rotavirus pada 2008.

10. SARS

Virus SARS pertama kali muncul tahun 2002 di Provinsi Guangdong, Tiongkok dan menyebabkan sindrom pernafasan akut yang parah. Virus ini kemungkinan muncul dari kelelawar yang kemudian melompat ke mamalia seperti musang sebelum akhirnya menginfeksi manusia.

SARS telah memicu wabah di Tiongkok dan menyebar ke 26 negara di seluruh dunia. Virus ini telah menginfeksi lebih dari 8000 orang dan menewaskan lebih dari 770 selama dua tahun. Angkat kematian akibat SARS sendiri hingga saat ini diperkirakan mencapai 9,6 persen.

11. MERS

Virus MERS pertama kali mewabah di Arab Saudi pada tahun 2012 dan di Korea Selatan pada tahun 2014. Virus ini berasal dari keluarga virus yang sama dengan SARS-CoV, dan kemungkinan besar berasal dari kelelawar dan menular ke unta sebelum menginfeksi manusia.

MERS sering kali berujung pada pneumonia akut dan diperkirakan tingkat fatalitas akibat infeksi virus ini mencapai 30-40 persen. Dengan tingkat fatalitas itu, MERS merupakan jenis virus corona yang paling mematikan. Apalagi, saat ini masih belum ada vaksin atau obat yang ditemukan untuk melawan virus ini.

(wk/lian)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait