Hikmah Pandemi Corona, Warga Inggris Lebih ‘Syukuri’ Makanan Buat ‘Food Waste’ Berkurang
Dunia

Ibarat hikmah pandemi virus corona (COVID-19), warga Inggris menjadi lebih mensyukuri makanan sehingga menyebabkan food waste mengalami penurunan yang signifikan.

WowKeren - Pandemi virus corona (COVID-19) saat ini telah mengancam kehidupan manusia setelah ditemukan lebih dari 2,4 juta kasus dan menewaskan sekitar 165 ribu orang di dunia. Namun dibalik pandemi yang mematikan ini, rupanya ditemukan sejumlah sisi positif terhadap alam.

Pandemi ini telah membuat polusi udara di sejumlah negara berkurang hingga dinilai begitu berdampak baik bagi alam. Selain itu, wabah virus corona telah membuat food waste menjadi mulai berkurang.

Dilansir BBC, Inggris selama ini menjadi salah satu negara dengan kasus food waste paling disorot dunia. Berdasarkan data akhir tahun 2019, sampah sisa kentang di Inggris saja mencapai 4,4 juta dalam setahun.

Tentunya jumlah tersebut belum ditambah dengan berbagai jenis sisa makanan yang kerap dibuang oleh warga Inggris. Diantaranya adalah roti, keju, pasta, dan makanan lainnya.

Menurut Food Agricultural Organization of The United Nations (FAO), food waste merupakan kondisi dimana makanan atau produk makanan yang masih dibuang padahal masih aman dan bergizi untuk dimakan. Biasanya orang kerap melakukan food waste jika makanan mendekati masa kedaluwarsa hingga berjamur.

The Standards Agency Food (FSA) memang menyarankan agar tak mengonsumsi makanan yang sudah berjamur, terutama roti. Meski demikian, ada beberapa makanan berjamur yang sebenarnya masih bisa dikonsumsi secara aman, contohnya adalah keju.


Namun sejak pandemi terjadi, kasus food waste di Inggris mulai berkurang secara signifikan. Hal ini terjadi setelah negara tersebut menerapkan kebijakan lockdown sehingga sebagian besar masyarakat melakukan karantina mandiri di rumah masing-masing.

Dilansir Metro, Badan Amal Lingkungan Hubbub telah melakukan penelitian seputar food waste di Inggris. Hasilnya, banyak masyarakat Inggris yang saat ini rela mengonsumsi stok makanan kaleng di rumah meski sudah lewat tanggal kedaluwarsa beberapa hari.

Warga juga kerap menyajikan makanan dengan porsi lebih kecil sehingga bisa lebih berhemat. Pandemi ini dianggap secara signifikan telah berhasil mengubah kebiasaan makan masyarakat di sejumlah negara menjadi lebih baik.

Masyarakat dinilai menjadi lebih sehat lantaran banyak yang masak di rumah sehingga jarang membuang makanan sisa begitu saja. Bahkan, lebih dari 57 persen negara menyatakan mereka lebih menghargai makanan sejak sejumlah pembatasan sosial maupun lockdown dilakukan.

Walaupun di sejumlah negara masih banyak warga yang melakukan panic buying, namun hal berbeda terjadi di Inggris. Pasalnya, masyarakat Inggris diteliti telah bersikap jauh lebih ekonomis.

Survei penelitian yang dilakukan sejak awal April ini juga mengungkapkan 48 persen orang menyatakan lebih sedikit membuang sampah makanan dari biasanya. Sementara 90 persen masyarakat Inggris juga mengubah pola berbelanja dan memasak mereka. Terakhir, sebanyak 43 persen dari responden pun mengatakan kini lebih menikmati makan di rumah.

Penelitian ini juga mengungkap menurunnya kasus food waste secara signifikan hingga mencapai 51 persen di Inggris. Warga disana mengakui pandemi membuat mereka jarang membuang makanan sisa. Sebab, sekitar 27 persen dari mereka membiasakan menyimpan makanan sisa dan kembali menyajikannya untuk makan esok hari.

(wk/lian)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait