Harga minyak mentah berjangka AS dilaporkan terjun bebas hingga ke level di bawah USD 0 alias minus. Harga ini merupakan yang terendah dalam sejarah sejak mulai diperdagangkan pada 1983 silam.
- Elvariza Opita
- Selasa, 21 April 2020 - 08:47 WIB
WowKeren - Harga yang diacu dari West Texas Intermediate (WTI) pada Senin (20/4) dilaporkan anjlok hingga ke bawah level USD 0, alias minus. Bahkan minusnya pun tak main-main, sampai USD 37,63 per barel. Tak pelak angka ini menjadi yang terendah sejak NYMEX membuka perdagangan minyak berjangka pada 1983 silam.
Harga minyak mentah berjangka WTI itu untuk kontrak pengiriman Mei yang waktunya akan habis. Sementara, sebagian investor mulai fokus dengan kontrak pada Juni. Penurunan drastis harga minyak mentah WTI ini dipicu oleh melemahnya permintaan pasar di tengah pandemi virus Corona.
"Tidak ada seorang pun di Amerika yang menginginkan minyak dalam jangka pendek," ujar Analis Pasar, Jeffrey Halley, seperti dilansir dari CNN, Selasa (21/4). Hal senada juga disampaikan oleh pengamat ekonomi lain, Matt Smith. "Ini kontrak untuk sesuatu yang tidak ingin dibeli siapapun," ujar Smith, dikutip dari AFP.
Untuk harga kontrak WTI periode Juni 2020 juga mengalami penurunan mencapai USD 22 per barelnya. Angka ini memang tak seburuk penjualan pada Mei, tetapi harganya masih sangat rendah.
Selain karena pandemi COVID-19, harga minyak yang terjun bebas merupakan wujud konsekuensi dari perang minyak antara Arab Saudi dan Rusia pada akhir Maret 2020 lalu. Pada akhirnya negara-negara yang bersengketa karena minyak memutuskan untuk memangkas produksi sebesar 9,7 juta barel per hari pada Mei dan Juni, meski pelaku pasar menilai kebijakan ini sangat terlambat.
"Ini menjelaskan sesuatu yang belum pernah terjadi sebelumnya dan tampak tidak nyata," kata analis minyak dari Rystad Energy AS, Louise Dickson, dilansir dari Reuters. "Pricey shut-ins (pemangkasan produksi karena harga jual lebih rendah dari ongkos produksi) atau kebangkrutan mungkin saja lebih gampang terjadi pada operator (minyak), dibanding mengeluarkan banyak uang untuk memproduksi (minyak)."
Tak hanya harga minyak yang dibuat "porak-poranda" karena wabah virus Corona. Sebelumnya harga emas Antam, yang biasanya selama ini kokoh menjadi investasi utama di tengah wabah, mendadak juga mengalami penurunan harga yang cukup signifikan.
(wk/elva)