Para ilmuwan dari Italia lantas menyelidiki apakah ini memungkinkan virus corona terbawa ke jarak yang lebih jauh dan meningkatkan jumlah orang yang terinfeksi.
- Bertilia Puteri
- Sabtu, 25 April 2020 - 14:35 WIB
WowKeren - Virus corona yang menyebabkan Covid- 19 telah terdeteksi pada partikel-partikel polusi udara. Para ilmuwan pun menyelidiki apakah ini memungkinkan virus terbawa ke jarak yang lebih jauh dan meningkatkan jumlah orang yang terinfeksi.
Meski demikian, riset yang dilakukan oleh para ilmuwan Italia ini masih dalam tahap awal. Masih belum diketahui apakah virus bisa tetap hidup dalam partikel polusi dan dalam jumlah yang cukup untuk menyebabkan penyakit.
Para ilmuwan tersebut menggunakan teknik standar untuk mengumpulkan sampel polusi udara luar di satu kota dan satu lokasi industri Bergamo. Mereka pun mengindentifikasi gen yang sangat spesifik kepada Covid-19 dalam banyak sampel tersebut.
Deteksi tersebut dikonfirmasi dengan melakukan tes buta di laboratorium independen. Pemimpin penelitian tersebut, Leonardo Setti dari Universitas Bologna di Italia, menyebut bahwa penting untuk menyelidiki apakah virus bisa dibawa lebih luas oleh polusi udara.
"Saya seorang ilmuwan dan saya khawatir jika saya tidak mengetahui sesuatu," kata Setti dilansir The Guardian pada Sabtu (25/4). "Jika kita tahu, kita dapat menemukan solusinya. Tetapi jika kita tidak tahu, kita hanya akan menderita konsekuensinya."
Menurut analisis statistik yang dilakukan oleh tim Setti, tingkat polusi partikel yang lebih tinggi bisa menjelaskan tingat infeksi yang lebih tinggi di Italia bagian utara sebelum kebijakan lockdown diterapkan. Dugaan ini didukung oleh analisis pendahuluan lainnya, wilayah tersebut juga dilaporkan menjadi salah satu tempat paling tercemar di Eropa.
Namun, tak satu pun studi yang dilakukan tim Setti sudah ditinjau oleh rekan sejawat, oleh sebab itu penelitian tersebut juga belum disetujui oleh ilmuwan independen. Meski demikian, para ahli sepakat proposal tersebut masuk akal dan membutuhkan investigasi lebih lanjut.
Sementara itu, 2 kelompok riset lain mengidentifikasi bahwa partikel polusi udara dapat membantu virus corona terbawa lebih jauh di udara. Sedangkan studi sebelumnya menunjukkan bahwa partikel polusi udara memang mengandung mikroba. Polusi kemungkinan juga membawa virus yang menyebabkan flu burung, campak, dan penyakit kaki-dan-mulut pada jarak yang cukup jauh.
(wk/Bert)