Informasi tersebut disampaikan oleh Jokowi dalam Rapat Terbatas tentang Lanjutan Pembahasan Antisipasi Kebutuhan Bahan Pokok di Istana Bogor, Selasa (28/4).
- Zodiak Yanuarita
- Rabu, 29 April 2020 - 10:22 WIB
WowKeren - Presiden Joko Widodo alias Jokowi memerintahkan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) untuk membuka lahan baru. Pembukaan lahan persawahan tersebut dimaksudkan sebagai langkah antisipasi untuk mencegah ancaman krisis pangan di tengah pandemi COVID-19.
Hal itu sebagaimana diungkapkan oleh Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto. Ia menyebut jika dari 900 ribu hektare lahan gambut yang ada di Kalimantan tengah, 300 ribu ha sudah siap.
"Lahan basah dan lahan gambut di Kalimantan Tengah lebih dari 900 ribu hektare (ha)," kata dia, Selasa (28/4). "Sudah siap 300 ribu ha. Juga yang dikuasai BUMN ada sekitar 200 ribu ha."
Ia melanjutkan jika saat ini sudah dibuat perencanaan agar lahan tersebut bisa ditanami padi. Sementara itu, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memperkirakan tidak akan ada ancaman kekeringan tahun ini. Kendati demikian, langkah antisipasi tetap perlu disiapkan.
"Walau BMKG sampaikan tidak ada cuaca kering ekstrem tapi kami monitor," lanjut Airlangga. "Apakah ada tantangan alam seperti kekeringan atau hama 5 tahunan di semester 2 nanti."
Adapun rencana tersebut didasarkan pada kondisi Indonesia saat ini, dimana sejumlah wilayah mulai mengalami defisit bahan makanan pokok. Informasi tersebut disampaikan oleh Jokowi dalam Rapat Terbatas tentang Lanjutan Pembahasan Antisipasi Kebutuhan Bahan Pokok di Istana Bogor, Selasa (28/4).
Adapun defisit sudah mulai terjadi pada pasokan beras, jagung, cabai, bawang, telur, hingga gula pasir. Defisit beras dikatakannya sudah terjadi di 7 provinsi.
Sementara itu untuk defisit jagung sudah terjadi di 11 provinsi, dan gula pasir hampir di seluruh wilayah yakni 30 provinsi. "Untuk stok minyak goreng diperkirakan cukup untuk 34 provinsi," kata kepala negara.
Lebih lanjut, Jokowi meminta jajarannya untuk menghitung defisit maupun surplus bahan pokok di sejumlah wilayah. Dengan begitu, pendistribusian bisa dilaksanakan secara lebih merata.
"Pastikan distribusi dengan baik," kata Jokowi. "Sehingga daerah yang defisit bahan pokoknya bisa disuplai dari daerah yang surplus.
(wk/zodi)