Kasus Corona di Inggris Makin Membengkak, Ratu Elizabeth Ingin Tiru Trik Selandia Baru Atasi Pandemi
Getty Images
Dunia

Selandia Baru memang dianggap mampu mengatasi pandemi corona sejauh ini usai melaporkan 1.124 kasus COVID-19 dengan 19 kematian, dan menjadi salah satu penghitungan terendah di dunia.

WowKeren - Kesuksesan Selandia Baru untuk mengatasi pandemi virus corona (COVID-19) rupanya membuat pemimpin Inggris, Ratu Elizabeth II, penasaran. Perdana Menteri Selandia Baru, Jacinda Ardern mengatakan, Ratu Elizabeth ingin mengetahui bagaimana upaya Selandia Baru mencegah penyebaran virus corona yang menjadi pandemi global.

Dikutip dari Daily Mail, hal tersebut disampaikan secara langsung oleh Jacinda Ardern setelah dia berbicara dengan Ratu Elizabeth. "Yang Mulia benar-benar tertarik untuk mengetahui bagaimana kami melakukannya dan berbesar hati untuk mengetahui bahwa kami baik-baik saja," ujar Ardern.

Selandia Baru memang dinilai berhasil memenangkan "pertempuran" melawan wabah virus corona (COVID-19) selama satu bulan terakhir. Selandia Baru telah melaporkan hanya 1.124 kasus COVID-19 yang terkonfirmasi, termasuk 19 kematian, dan menjadi salah satu penghitungan terendah di dunia. Tingkat transmisi lokal mencapai 0,4 persen.

Sejak awal, Selandia Baru memberlakukan lockdown atau karantina nasional dengan sangat ketat selama lebih dari satu bulan. Di bawah kebijakan tersebut, seluruh kantor, sekolah, mal, restoran, taman, dan area publik lainnya ditutup. Seluruh warga diperintahkan untuk tetap tinggal di rumah selama lockdown berlangsung.

Ardern sendiri memutuskan mencabut lockdown level 4 di negaranya pada Senin (27/4) waktu setempat. Dengan pencabutan level 4, sekitar 400 ribu orang akan kembali bekerja. Sebanyak 5 juta penduduk Selandia Baru yang awalnya menjadi sasaran penutupan paling ketat di dunia akhirnya bisa sedikit bebas.


Ardern menjelaskan, sejauh ini tidak ada transmisi virus corona yang meluas dan terdeteksi di Selandia Baru. Dia mengeklaim telah memenangkan pertempuran melawan virus tersebut. "Ketika saya berbicara tentang eliminasi, itu tidak berarti nol kasus. Itu berarti nol toleransi untuk kasus," ujar Ardern.

Namun Jacinda Ardern tetap memperingatkan bahwa tidak ada kepastian kapan penularan virus corona dapat dihilangkan yang memungkinkan kehidupan kembali normal. "Semua orang ingin mengembalikan hubungan sosial yang kita semua lewatkan, tapi untuk melakukannya dengan percaya diri kita perlu bergerak perlahan dan berhati-hati," katanya.

"Saya tidak akan mengambil risiko atas kesehatan masyarakat Selandia Baru. Jadi jika kita butuh tetap (berada) di Level Tiga, maka kami akan melakukannya," lanjutnya menambahkan.

Di sisi lain, Jacinda Ardern memang bisa dibilang selalu menuai sorotan internasional berkat etos kerjanya sebagai Perdana Menteri Selandia Baru. Selain dianggap tangkas menekan angka penyebaran virus corona di negaranya, Ardern juga menuai pujian lantaran tak segan memotong 20 persen gajinya untuk membantu perekonominan Selandia Baru di tengah COVID-19.

"Ini adalah hal di mana kami bisa mengambil tindakan dan itu lah mengapa kami melakukannya," tutur Ardern beberapa pekan lalu. "Kami menyadari warga Selandia Baru bergantung pada subsidi upah mengalami pemotongan gaji dan sebagian kehilangan pekerjaan akibat pandemi global."

Sementara itu, Inggris sendiri telah mencatatkan kasus positif COVID-19 sebanyak 161,145 pasien. Dari jumlah tersebut, 21,678 pasien di antaranya dinyatakan meninggal dunia.

(wk/luth)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait