Sekolah Dasar di Tiongkok Mulai Buka, Siswa Pakai Topi 'Sayap' untuk Jaga Jarak
Dunia

Tiongkok sebagai pusat wabah perlahan mulai pulih dari virus Corona. Hal itu dibuktikan dengan sekolah-sekolah yang kembali melaksanakan kegiatan belajar mengajarnya.

WowKeren - Tiongkok yang merupakan pusat wabah Corona perlahan kembali membuka beberapa sekolah. Murid sekolah dasar telah kembali belajar, seperti yang terlihat di kota Hangzhou, provinsi Zhejiang, bagian timur Tiongkok.

Sekolah Dasar Yangzheng yang berada di kota tersebut memiliki cara unik untuk tetap menerapkan social distancing dan physical distancing bagi para siswa. Cara tersebut yakni dengan mengenakan topi khusus yang memiliki "sayap".

Masing-masing siswa tampak mengenakan topi dengan "sayap" yang membentang sepanjang 1 meter. Panjang "sayap" tersebut merupakan jarak fisik yang wajib dipatuhi oleh para siswa SD Yangzheng. Cara ini juga digunakan para guru untuk mengedukasi soal protokol kesehatan pada para siswanya.

"Kami menganjurkan siswa mengenakan topi satu meter dan menjaga jarak satu meter," kata sang kepala sekolah, Hong Feng, dilansir Zhejiang Dail. Untuk diketahui, ini merupakan pekan pertama sekolah kembali dibuka setelah tutup selama berbulan-bulan.


Sekolah membebaskan para siswanya untuk berkreasi membuat "sayap" pada masing-masing topi mereka. Alhasil, berbagai topi dengan hiasan cantik dan warna-warni dikenakan siswa. Ada yang menempelkan karton, ada pula yang menghiasnya dengan balon.

"Anak-anak melihat serta merasakan topi ini, dan ketika sayapnya bersentuhan satu sama lain, mereka akan lebih memahami dan mengingat keharusan untuk menjaga jarak fisik," ujar Ian Lam Chun-bun dari The Education University of Hongkong.

Topi ber-"sayap" horizontal di kedua sisinya ini rupanya mirip dengan topi di masa Dinasti Song yang memerintah Tiongkok pada abad ke-10 hingga 13 masehi. Di masa lalu, topi "sayap" didesain agar para pejabat tidak saling berbisik atau membuat konspirasi ketika berada dalam sebuah sidang hukum.

"Jadi, topi ini memang punya manfaat untuk social distancing," tutur Pengamat budaya Asia dan Timur Tengah dari Duke University, Eileen Chow. Untuk diketahui, Tiongkok merupakan negara yang berada di peringkat 10 negara dengan kasus COVID-19 terbanyak di dunia. Jumlah kematian di Tiongkok akibat COVID-19 bahkan mencapai 83 ribu jiwa.

(wk/nere)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait