Dua orang sopir ambulans disambut bak pahlawan oleh warga Aizawl, India lantaran mau mengantarkan jenazah seorang pemuda kembali ke keluarganya pada masa lockdown. Pasalnya, aparat di India terkenal sangat tegas menegakkan aturan tersebut.
- Nidya Putri
- Sabtu, 02 Mei 2020 - 10:52 WIB
WowKeren - Dua pengemudi ambulans di India dianggap sebagai pahlawan karena menempuh jarak sepanjang 2.000 mil atau 3.200 kilometer untuk membawa jenazah seorang pemuda kembali ke keluarganya saat masa lockdown dilakukan. Kedua sopir tersebut mengantarkan jasad seorang mahasiswa jurusan Manajemen Perhotelan bernama Vivian Remsanga (28) yang meninggal dunia karena serangan jantung di Chennai.
Kedua sopir ambulans itu menghabiskan waktu selama lima hari perjalanan dari Chennai, sebuah kota di negara bagian Tamil Nadu dan tiba di Aizawl, sebuah kota di negara bagian timur laut Mizoram pada Selasa lalu.
Dikutip dari CNN, begitu tiba di tujuan, keduanya disambut dengan sorak-sorai dan tepuk tangan oleh penduduk setempat. Mereka disambut sebagai pahlawan karena dinilai baik hati lantaran mau menempuh perjalanan panjang untuk mengantarkan jenazah.
Sekretaris Jenderal Asosiasi Kesejahteraan Mizo Chennai, Michael Lalrinkima mengatakan polisi hanya dapat mengidentifikasi jasad tersebut setelah mereka menghubungi asosiasi minoritas lokal yang bisa menghubungkan mereka dengan pria itu. Asosiasi itu memberi beberapa pilihan untuk membawa pulang jenazah, termasuk kemungkinan mengatur penerbangan khusus.
Namun, mereka bertemu dengan dua pengemudi ambulans yang mengatakan pernah melakukan perjalanan jauh sebelumnya dan dapat membawa jenazah itu. Saat tiba di rumah duka, Lalrinkima mengatakan jika ambulans itu disambut oleh penduduk di Aizawl dan mereka bertepuk tangan, termasuk paman dan sepupu almarhum.
Pada 28 April lalu, Menteri Besar Menteri Mizoram, Zoramthanga, menulis ucapan terima kasih kepada pengemudi ambulans karena telah berbaik hati dan membantu orang lain melalui akun Twitternya. "Terima kasih dari hati kami yang paling dalam. Anda baru saja menunjukkan apa arti setiap detak jantung Mizo dalam istilah "Tlawmngaihna"!" tulisnya pada Twitter beserta foto kedua sopir ambulans tersebut.
Pengemudi ambulans tersebut menetapkan tarif sekitar 200.000 rupee atau USD 2.645 untuk perjalanan pergi dan pulang. Bukan perkara mudah bepergian saat India melaksanakan lockdown nasional sejak 25 Maret karena wabah virus corona.
Bahkan aparat India dilaporkan tidak segan main tangan untuk menghukum para pelanggar. Kebijakan lockdown sendiri awalnya berakhir pada 14 April, tetapi kembali diperpanjang hingga 3 Mei mendatang.
(wk/nidy)