WHO meminta publik untuk tidak lengah karena pasien sembuh COVID-19 disebut-sebut masih bisa kembali terjangkit penyakit tersebut. Namun peneliti dari Korsel memberi jawaban berbeda.
- Elvariza Opita
- Sabtu, 02 Mei 2020 - 16:06 WIB
WowKeren - Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) kerap mengingatkan agar wabah COVID-19 tak dipandang remeh. Apalagi pasien yang telah sembuh dari penyakit ini disebut-sebut masih bisa terinfeksi virus.
WHO juga menegaskan bahwa tak ada bukti ilmiah penyintas COVID-19 bisa kebal atas virus tersebut. Namun belakangan pernyataan WHO ini dibantah oleh tim peneliti dari Korea Selatan.
Tim peneliti dari Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) Korea Selatan memastikan bahwa virus Corona penyebab COVID-19 tak mungkin bisa kembali aktif di dalam tubuh manusia. Begini penjelasan lengkapnya.
CDC Korsel menyebut virus Corona berbeda dengan mikroba-mikroba patogen lain seperti HIV dan chickenpox. Virus seperti HIV bisa masuk ke dalam inti sel tubuh manusia dan bertahan di sana sampai bertahun-tahun sebelum aktif dan mengganas.
Sedangkan virus Corona hanya bisa bertahan di luar inti sel tubuh manusia yang diinfeksinya. "Hal ini menunjukkan virus Corona tak bisa menyebabkan infeksi atau penyakit kronis," terang Kepala CDC Korsel, Dr. Oh Myoung Don, seperti dikutip dari Sky News, Sabtu (2/5).
Lantas bagaimana menjelaskan banyaknya kasus-kasus pasien sembuh COVID-19 yang kembali terinfeksi virus Corona? CDC Korsel menyatakan hal itu terjadi karena adanya permasalahan di alat pendeteksinya, dalam hal ini alat tes polymerase chain reaction (PCR).
CDC Korsel menyebut alat tes PCR itu sangat sensitif terhadap mikroba-mikroba penyebab penyakit, termasuk virus Corona yang sejatinya sudah mati di dalam tubuh manusia. Ketidakmampuan alat tes membedakan mana virus yang masih hidup dan bisa menginfeksi dengan virus yang sudah mati menyebabkan banyak penyintas yang kembali dikonfirmasi positif COVID-19.
Pada kesempatan yang sama, pemerintah Korsel juga membagikan kabar bahagia terkait perkembangan penyakit COVID-19 di negara mereka. Sebab kali ini Korsel mengonfirmasi sudah tak lagi ada kasus penularan lokal dan pasien yang ditangani otoritas Korsel tinggal dari kategori kasus impor.
CDC Korsel menyebut ada 4 kasus baru Corona di negara mereka, namun semuanya kategori kasus impor. Hal ini merupakan yang pertama kali terjadi sejak wabah merebak di negeri asal K-Pop itu sejak Februari 2020.
(wk/elva)