Hari ini (3/5) sebuah peristiwa militer langka terjadi di Zona Demiliterisasi yang memisahkan Korea Utara dan Korea Selatan. Sebab terjadi baku tembak antara kedua negara di wilayah tersebut.
- Elvariza Opita
- Minggu, 03 Mei 2020 - 14:32 WIB
WowKeren - Setelah beberapa pekan menghilang, pimpinan tertinggi Korea Utara Kim Jong Un akhirnya dilaporkan kembali muncul di hadapan publik. Kim dikabarkan hadir dalam sebuah acara peresmian pabrik pupuk di wilayah Suncheon, dekat Ibu Kota Pyongyang, Jumat (1/5).
Namun baru sehari sejak Kim muncul di hadapan publik, kini ketegangan antara dua negara kembali terasa. Hal ini tampak dari aksi baku tembak yang dilakukan militer dari kedua negara di zona demiliterisasi pada Minggu (3/5) waktu setempat.
Dilansir dari AFP, militer Korea Utara dilaporkan menjadi pihak pertama yang meletuskan tembakan ke arah Selatan Zona Demiliterisasi. Aksi ini lantas mendorong Korea Selatan untuk membalasnya.
Sebagai informasi, zona demiliterisasi merupakan tempat yang membagi kawasan semenanjung. Adu senjata semestinya tak terjadi di sana, sesuai dengan namanya "demiliterisasi", sehingga apa yang terjadi hari ini cukup langka.
Kepala staf gabungan dalam pernyataannya menjelaskan, satu pos penjagaan Korea Selatan diserang beberapa tembakan dari Utara. Dia menambahkan tidak ada korban jiwa yang dilaporkan di pihak Korea Selatan.
"Militer kami merespons dengan dua serangan tembakan dan pengumuman peringatan," ujar otoritas Korsel. "Sesuai dengan manual kami."
Korea Selatan mengatakan sedang berkomunikasi dengan Korea Utara melalui hotline militer mereka untuk menentukan penyebab insiden itu. Namun hingga berita ini diturunkan belum ada penjelasan mengenai alasan baku tembak itu terjadi.
Kedua negara Korea ini secara teknis tetap berperang setelah Perang Korea berakhir dengan gencatan senjata pada tahun 1953 silam. Terlepas dari namanya, Zona Demiliterisasi adalah salah satu tempat yang paling dibentengi di bumi, penuh dengan ladang ranjau dan pagar kawat berduri.
Pimpinan kedua negara saat ini pun sudah berusaha untuk meredam ketegangan yang ada. Salah satunya terbukti dari kesepakatan yang dicapai antara Kim Jong Un dengan Presiden Korsel Moon Jae In pada pertemuan puncak di Pyongyang, September 2018 lalu.
Namun demikian kesepakatan ini disebut-sebut belum ditindaklanjuti dengan baik oleh Korut. Bahkan Pyongyang sejauh ini kerap memutus kontak dengan Seoul.
(wk/elva)