Kabar itu disampaikan setelah laporan juru bicara Kementerian Kesehatan Iran mencatat penurunan angka kematian akibat wabah virus corona (COVID-19) terendah di negara mereka.
- Luthfiatun Nisa
- Senin, 04 Mei 2020 - 10:38 WIB
WowKeren - Presiden Iran, Hassan Rouhani, mengatakan bahwa sejumlah masjid di negaranya akan dibuka kembali secara besar-besaran pada Senin (4/5) hari ini. Kabar itu disampaikan setelah laporan pemerintah Iran yang mencatat penurunan angka kematian akibat wabah virus corona (COVID-19).
Dikutip dari AFP, juru bicara Kementerian Kesehatan Iran, Kianoush Jahanpour, mengatakan ada 47 orang yang tewas selama 24 jam terakhir di mana angka itu tercatat sebagai yang terendah dalam 55 hari belakangan. Dalam konferensi pers, Jahanpour berharap rendahnya angka kematian ini terus berlanjut di hari-hari mendatang.
Berdasarkan keterangan Jahanpour, total kematian di Iran akibat COVID-19 saat ini adalah 6,023 jiwa. Ada pun total infeksi virus corona sebanyak 97,424 kasus. Lebih dari 78,420 orang yang telah dirawat di rumah sakit telah dipulangkan, sedangkan 2,690 orang lainnya masih dalam kondisi kritis.
Seiring dengan laporan Jahanpour, Presiden Hassan Rouhani mengumumkan sebanyak 132 daerah, sekitar satu pertiga dari divisi administrasi negara Iran akan membuka masjid-masjid mereka. Kendati demikian, Rouhani tetap menekankan perihal social distancing demi keamanan bersama. "Jaga jarak sosial lebih penting dari shalat berjamaah," tegasnya.
Diketahui, masjid-masjid dan beberapa tempat ibadah Syiah di Iran sebelumnya ditutup sejak awal Maret demi menghentikan penularan COVID-19 di kawasan Timur Tengah. Ada pun distrik yang membuka masjid mereka adalah wilayah yang berisiko rendah terhadap wabah virus corona, berdasarkan keterangan Rouhani. Satuan tugas Iran khusus wabah corona juga mempertimbangkan pembukaan sekolah kembali pada 16 Mei mendatang dan memungkinkan belajar satu bulan sebelum liburan musim panas.
Sebagai informasi tambahan, Iran sejauh ini telah mencoba menahan penyebaran virus dengan menutup universitas, bioskop, stadion dan ruang publik lainnya sejak Maret lalu.
Tetapi mereka telah membuka lockdown secara bertahap karena alasan keterpurukan ekonomi sejak 11 April, dengan alasan bahwa negara yang terkena sanksi dari Amerika Serikat (AS) tidak mampu untuk terus menerus ditutup. "Kami akan melanjutkan pembukaan kembali dengan tenang dan bertahap," kata Rouhani.
Di sisi lain, sebenarnya Iran sendiri masih memiliki jumlah kasus aktif sebanyak 12,799 pasien hingga kini, dengan pertambahan jumlah kasus sebanyak 976 pasien dalam 24 jam terakhir.
(wk/luth)