Iran Longgarkan Lockdown Sejumlah Agen Perjalanan Wisata Mulai Beriklan
Airbus
Dunia

Sementara itu untuk perjalanan wisata keluar negeri hal itu harus terlebih dahulu menunggu keputusan pihak maskapai kapan mereka akan mulai mengangkut penumpang.

WowKeren - Presiden Iran Hassan Rouhani mulai melonggarkan lockdown di negara tersebut. Seperti diketahui, Iran sempat menjadi episentrum virus corona (COVID-19) di Timur Tengah.

Seiring dengan pelonggaran lockdown ini, iklan perjalanan telah mulai bergerilya. Terutama untuk destinasi yang tidak memiliki rekam jejak virus corona. Rouhani menyebutkan jika negara tersebut akan dibagi menjadi tiga zona risiko. Pembagian tersebut didasarkan pada berapa banyak kasus corona yang dialami dan juga tingkat kematian.

Nantinya, pemerintah melalui Kementerian Kesehatan akan menyusun zona risiko dengan warna putih, kuning, hingga merah. Di wilayah yang termasuk ke dalam zona putih, beberapa situs keamanan, masjid, dan tempat suci akan diizinkan untuk kembali dibuka. Sementara itu untuk pelaksanaan ibadah salat Jumat akan dilakukan di bawah pedoman kesehatan.

Ketua Asosiasi Agen Perjalanan Iran Hormatollah Rafiei mengatakan jika sejumlah agen travel telah membuat iklan untuk paket perjalanan wisata yang dimulai untuk liburan Khordad. Liburan ini sendiri berlangsung antara tanggal 3 hingga 5 Juni mendatang.


Namun, ia mewanti-wanti agar para biro perjalanan wisata tersebut tidak memberikan janji-janji yang tidak bisa mereka penuhi. "Tak satu pun dari mereka boleh membuat komitmen yang tidak bisa mereka lakukan," ujarnya.

Para agen perjalanan wisata jika hendak membuat komitmen maka harus memastikan jika mereka bisa memenuhinya. Sementara itu untuk perjalanan wisata keluar negeri hal itu harus terlebih dahulu menunggu keputusan pihak maskapai kapan mereka akan mulai mengangkut penumpang.

"Agen perjalanan harus membuat komitmen yang mampu diimplemantasikan sehingga tidak hanya mengambil uang dari orang-orang dengan dalih ini, dan kemudian mengatakan bahwa pemerintah mengizinkan mereka untuk melakukan kewajiban," kata Rafiei. "Untuk perjalanan ke luar negeri, tidak ada yang bisa menjual tiket sampai maskapai mengumumkan bahwa mereka mentransfer penumpang."

Seperti diketahui, pandemi corona turut menghantam sektor pariwisata di sejumlah negara. Hal itu tak lepas dari adanya kebijakan pembatasan atau lockdown.

(wk/zodi)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait