Pengumuman ini diungkapkan oleh Kementerian Kesehatan Selandia Baru dalam konferensi pers pada Senin (4/5). Selandia Baru memang diklaim sebagai salah satu negara yang berhasil menangani pandemi ini.
- Luthfiatun Nisa
- Senin, 04 Mei 2020 - 13:38 WIB
WowKeren - Selandia Baru tidak mencatat kasus baru virus corona (COVID-19) untuk pertama kalinya sejak 16 Maret. Pengumuman ini diungkapkan oleh Kementerian Kesehatan Selandia Baru dalam konferensi pers pada Senin (4/5).
"Tidak ada kematian baru terkait virus corona, dan jumlah kematian tetap di angka 20 orang. Jumlah total kasus yang dikonfirmasi di negara ini adalah 1.137," ujar Direktur Jenderal Kesehatan Ashley Bloomfield, seperti dikutip dari The Jakarta Post pada Senin (4/5).
Sebelumnya Selandia Baru mulai mewajibkan semua warga negaranya yang tiba dari luar negeri untuk menjalani karantina. Langkah itu diambil sebagai peningkatan upaya untuk memperlambat penyebaran virus corona.
Kebijakan lockdown di Selandia Baru sudah diterapkan sejak akhir Mei. Selain itu, status darurat nasional juga telah dinyatakan untuk menahan penularan penyakit pernapasan itu di dalam negeri. "Tidak ada yang boleh pulang ke rumah, semuanya akan dibawa ke fasilitas yang sudah disiapkan," kata Perdana Menteri Jacinda Ardern.
Saat menggelar konferensi pers sebelumnya Wellington, Ardern juga mengatakan bahwa semua warga negara asing yang masuk ke Selandia Baru disyaratkan menjalani karantina 14 hari di sebuah fasilitas yang disetujui pemerintah.
Pada bulan April lalu, Perdana Menteri Jacinda Ardern memang telah mengklaim bahwa Selandia Baru berhasil memenangkan "pertempuran" melawan wabah virus corona. Selandia Baru telah melaporkan hanya 1.124 kasus COVID-19 yang terkonfirmasi, termasuk 19 kematian, dan menjadi salah satu penghitungan terendah di dunia. Tingkat transmisi lokal mencapai 0,4 persen.
Jacinda Ardern telah memutuskan mencabut lockdown level 4 di negaranya pada 27 April lalu. Dengan pencabutan level 4, sekitar 400 ribu orang akan kembali bekerja. Sebanyak 5 juta penduduk Selandia Baru yang awalnya menjadi sasaran penutupan paling ketat di dunia akhirnya bisa sedikit bebas.
"Tidak ada lagi penyebaran luas (virus), tidak terdeteksi di transmisi komunitas di Selandia Baru. Kami telah memenangkan pertempuran," tutur Jacinda Ardern. "Kami dapat mengatakan dengan keyakinan bahwa kami tidak memiliki transmisi lokal di Selandia Baru. Triknya sekarang adalah mempertahankan itu," tegasnya lagi.
(wk/luth)