Sebelum jatuh dari jendela, salah satu dokter tersebut mengaku masih dipaksa bekerja merawat pasien meski mereka telah tertular virus corona karena kekurangan alat pelindung diri di RS.
- Luthfiatun Nisa
- Selasa, 05 Mei 2020 - 09:03 WIB
WowKeren - Tiga dokter yang merawat pasien virus corona (COVID-19) di Rusia dilaporkan terjatuh dari lantai dua jendela rumah sakit. Dua diantaranya dinyatakan meninggal dunia.
Dikutip dari CNN pada Selasa (5/5), kasus tersebut terjadi sepanjang dua pekan lalu. Kasus itu juga masih misterius dan pihak otoritas setempat masih melakukan penyelidikan. Dilaporkan bahwa kasus pertama terjadi pada 24 April lalu.
Natalya Lebedeva, yang menjabat sebagai kepala layanan darurat medis di Star City meninggal dunia akibat terjatuh. Diketahui, Star City merupakan pusat pelatihan kosmonaut Rusia. Rumah Sakit Federal Biomedical Agency yang sempat merawat Natalya hanya menyatakan bahwa kasus itu sebagai insiden tragis dan tidak menjelaskan lebih jauh penyebab ia terjatuh.
"Dia adalah seorang profesional sejati di bidangnya, menyelamatkan nyawa manusia setiap hari," demikian bunyi pernyataan yang diutarakan pihak rumah sakit.
Kemudian kasus kedua terjadi pada 1 Mei lalu. Dokter di rumah sakit di Siberia, Elena Nepomnyashchaya, dilaporkan terjatuh dari jendela. Elena dikabarkan menentang rencana rumah sakitnya dijadikan fasilitas perawatan virus corona. Dia menolak karena alat pelindung diri masih cenderung sedikit.
Departemen Kesehatan lantas membantah hal itu dan menyatakan bahwa rumah sakit tempat Elena bekerja hanya akan dijadikan fasilitas cadangan perawatan virus corona. Pihak Departemen Kesehatan pun mengatakan Elena meninggal dunia usai dirawat secara intensif selama satu pekan.
Sedangkan kasus terbaru dilaporkan terjadi pada Sabtu (2/5). Alexander Shulepov, seorang dokter di Voronezh, kota di selatan Moskow, juga terjatuh dari jendela rumah sakit. Kini, dia masih dirawat intensif. Mulanya, Shulepov merupakan perawat pasien virus corona, namun dia dinyatakan positif terinfeksi corona pada 22 April.
Sebelum terjatuh dari jendela, Shulepov bersama rekannya yakni Alexander Kosyakin, sempat mengunggah video. Mereka mengaku masih dipaksa bekerja merawat pasien meski telah positif mengidap virus corona. Mereka juga menyebut Rumah Sakit Novousmanskaya kekurangan alat pelindung diri.
Menanggapi video tersebut, pihak Rumah Sakit Novousmanskaya lalu mengeluarkan pernyataan. Mereka menyatakan bahwa Shulepov sudah tidak merawat pasien. Tiga hari kemudian, Shulepov mengunggah video baru dan menarik kembali pernyataannya. Dia mengaku membuat video pertama karena diliputi emosi.
Akan tetapi, dalam video yang kedua tersebut, Shulepov bicara didampingin Kepala Rumah Sakit Novousmanskaya, Igor Potanin. Potanin juga mengatakan hal serupa, yakni para perawat memiliki alat pelindung diri yang cukup. Hingga akhirnya pada 2 Mei, Shulepov dilaporkan terjatuh dari jendela lantai dua rumah sakit.
(wk/luth)