Temuan ini menunjukkan corona sudah beredar di Eropa jauh sebelum kasus pertama di Prancis dan Italia. Klaim itu berbeda dengan laporan Prancis yang mengonfirmasi kasus pertama COVID-19 pada 24 Januari.
- Luthfiatun Nisa
- Selasa, 05 Mei 2020 - 13:50 WIB
WowKeren - Penyebaran virus corona (COVID-19) di Eropa diketahui lebih lambat beberapa bulan dari Tiongkok, atau sekitar awal tahun 2020. Akan tetapi, sebuah laporan terbaru menyebutkan bahwa sebenarnya virus corona sudah dideteksi di Prancis lebih awal dari yang diperkirakan, yaitu pada Desember 2019.
Dokter di rumah sakit Paris mengatakan menemukan bukti bahwa satu pasien yang dirawat di bulan Desember terinfeksi COVID-19. Jika diverifikasi, temuan ini juga menunjukkan virus corona sudah beredar di Eropa lebih awal, jauh sebelum kasus pertama terdeteksi di Prancis maupun Italia.
Klaim tersebut berbeda dengan laporan Prancis yang mengonfirmasi kasus pertama COVID-19 pada 24 Januari. Dua pasien itu diketahui memiliki riwayat perjalanan ke Wuhan, Tiongkok. "COVID-19 sudah menyebar di Prancis pada akhir Desember 2019, sebulan sebelum kasus pertama resmi di negara itu," tulis tim medis di Groupe Hospitalier Paris Seine di Saint-Denis.
Dikutip dari CNN pada Selasa (5/5), dokter spesialis perawatan intensif Yves Cohen dan rekannya di rumah sakit Paris memutuskan untuk memeriksa catatan pasien yang sakit sebelum 24 Januari guna menelusuri kemungkinan virus corona menyebar lebih awal dari yang diperkirakan.
Tim tersebut mengamati orang-orang yang dirawat di rumah sakit dengan penyakit mirip flu antara 2 Desember dan 16 Januari yang kemudian tidak didiagnosis dengan influenza. Para dokter menguji ulang sampel yang disimpan dalam freezer untuk virus corona.
Sementara itu, sejauh ini Prancis telah mencatatkan sebanyak 169,462 kasus positif COVID-19. Dari jumlah tersebut, ada 25,201 orang yang dinyatakan meninggal, dengan 51,371 pasien dikonfirmasi sembuh.
Saat ini, Prancis memiliki jumlah kasus COVID-19 aktif sebanyak 92,890 pasien. Prancis sendiri menjadi negara ketiga dengan kasus positif corona tertinggi di Eropa, dan menempati urutan kelima di seluruh dunia.
(wk/luth)