Gudang milik Amazon sempat menuai kecaman dari berbagai pihak karena dinilai rawan menjadi penyebaran virus berbahaya termasuk COVID-19. Bahkan hingga saat ini tercatat sudah ada 6 pegawai yang meninggal.
- Nidya Putri
- Kamis, 07 Mei 2020 - 18:30 WIB
WowKeren - Gudang e-commerce Amazon beberapa waktu terakhir sempat menjadi sorotan karena rawan terjadi penularan virus Corona. Pasalnya, sudah ada enam karyawan Amazon yang meninggal.
Menurut laporan, seorang karyawan Amazon yang bekerja di bagian gudang di New York telah meninggal dunia karena terinfeksi COVID-19. Karyawan tersebut dikabarkan terakhir bekerja di Staten Island pada 5 April dan dikarantina pada 11 April.
"Kami sangat sedih dengan hilangnya rekanan di situs kami di Staten Island, New York. Keluarga dan orang-orang yang dicintainya ada dalam pikiran kami, dan kami mendukung rekan-rekan sejawatnya" kata juru bicara Amazon, Kristen Kish dilansir dari CNET.
Amazon sendiri telah melakukan pendekatan dengan keluarga karyawan serta menawarkan konseling dan bantuan kepada pekerja. Karyawan yang tidak diidentifikasi tersebut tidak diyakini oleh Amazon telah melakukan kontak dengan pekerja lain atau tidak.
Kini, sejumlah pekerja gudang Amazon sudah dinyatakan positif virus corona dan setidaknya ada enam orang yang telah meninggal dunia. Diantaranya pekerja di gudang Amazon di Hawthorne dan Tracy, California. Lalu dua karyawan supermarket whole Foods yang dimiliki Amazon. Kemudian satu lagi di satu di Massachusetts dan satu lagi di Portland, Oregon dan terakhir yang terbaru di gudang New York.
Sebelumnya, Amazon telah menuai kecaman keras dari berbagai pihak. Apalagi setelah perusahaan besar tersebut memecat karyawannya yang mengkritik lingkungan kerja tersebut.
Para pegawai tersebut mengatakan bahwa gudang tempat mereka bekerja berpotensi menjadi tempat berkembang biaknya virus. Mereka takut apabila virus berbahaya tersebut kemudian terbawa pulang dan menular ke keluarga dan para pelanggan.
(wk/nidy)